For from Him and through Him and to Him are all things. To Him be the glory forever! Amen. -Romans 11:33-

Showing posts with label Life. Show all posts
Showing posts with label Life. Show all posts

Friday, July 12, 2013

Stay With Me…!!!

Ini adalah minggu kedua saya menjadi anggota di salah satu pusat kebugaran di Jakarta. Eh? Kenapa tetiba saya masuk menjadi anggota? Apa karena ikut-ikutan atau gegayaan semata? Hahaha.. Tentu tidaaakkkkkk…. Sebetulnya sekitar 3 tahun lalu, saya juga pernah menjadi anggota di klub lain. Namun, karena saat itu bersamaan dengan pengerjaan karya ilmiah (semacam skripsi) , ditambah dengan aktifitas mengajar yang cukup padat waktu itu, dan ada juga faktor jarak antara rumah-klub yang jika dihitung, effort saya untuk pulang mungkin hampir sama seperti lari-lari di treadmill selama 2 jam (agak berlebihan mungkin..hahaha); akhirnya kegiatan ngegym ini terbengkalai dan saya memutuskan untuk keluar dari klub tersebut.

Jadi apa alasannya? Hmm..pertama alasan kesehatan. Ini juga yang menjadi motivasi pertama saya ngegym 3 tahun yang lalu. Sedikit orang yang tahu kalau saya memiliki masalah kesehatan yang, kalau untuk saya sih, penting dan mendesak, tapi dokter saya hanya berkata dengan santai “Ah, ini sih karena kamu kurang olahraga aja..” Hahaha.. Maka dari itu saya cepat-cepat mendaftar menjadi anggota gym, dan setelah sebulan memang ‘selesai’ sakitnya. Namun, seiring dengan ‘selesai’-nya periode gym saya, maka ‘selesai’ jugalah sembuhhnya penyakit itu. Dan selama 3 tahun, karena saya juga jarang berolahraga, maka si penyakit kambuh terus. Hahahaha.. Sekarang, saya rasa saya memiliki waktu luang yang cukup untuk berolahraga lagi. Maka itu, saya rasa saat ini juga saat yang tepat untuk kembali ‘menghilangkan’ penyakit tersebut. Hahaha… Lagipula saya ingat masa-masa saat ngegym dulu. Rasanya tubuh saya jadi lebih enteng setelah satu bulan berolahraga. Nah, kenapa keadaan yang baik itu tidak saya adakan lagi sekarang?

Alasan kedua, karena saya butuh kegiatan pengalih perhatian. Saya sadar kalau saya dibiarkan dalam suatu keadaan yang kosong dan tanpa kegiatan, maka pikiran saya akan terbang kemana-mana, sehingga menghasilkan pikiran-pikiran aneh yang akhirnya berdampak buruk pada perasaan dan hidup saya. Setelah beberapa lama saya merasakan capek yang luar biasa menjadi seperti itu, maka saya memutuskan untuk menjadi “bahagia” saja. Dengan motto “I'm getting my life back”, saya mencoba mencari cara untuk mengisi “waktu luang” saya. Pada awalnya, saya mencoba jalan-jalan ke mall atau ke toko buku. Namun, akhirnya saya sadar kalau saya tidak bisa melakukan itu terus-menerus. Terlalu menghamburkan uang, kesenangan yang saya dapat juga hanya sebentar, dan yang paling penting, saya jadi mengonsumsi fast food setiap hari. Erggghhh… Akhirnya, saya pun memutuskan untuk mengisi “waktu luang” tersebut dengan berolah raga. Toh dengan berolah raga, akan dibentuk hormon yang kemudian akan memengaruhi perasaan sehingga mood menjadi baik. Sama seperti ketika seseorang makan cokelat. It’s easy to be happy, right?

Nah, kalau di klub, saya selalu suka mengikuti kelas-kelas training yang disediakan. Hmm… ya rasanya memang lebih menyenangkan sih daripada melakukan olahraga cardio dengan alat sendirian selama berjam-jam. Maka, selama 2 minggu ini, saya mencoba beberapa kelas. Tidak semua memang. Saya hanya mengikuti kelas-kelas yang saya suka, pernah saya lakukan sebelumnya, dan kalaupun mencoba kelas baru, saya memilih kelas yang saya pikir bisa saya lakukan. Bagaimana dengan kelas yoga? Hahaha.. mungkin nanti dulu ya. Saya belum kuat iman untuk ikut kelas yang satu itu. Kelas favorit saya adalah: BODY COMBAT!! Yuhuuuu…!! Ini adalah kelas cardio dengan melakukan gerakan-gerakan yang diadopsi dari bela diri, seperti karate, boxing, muay thai, dll. Apa yang menarik? Ini bisa menjadi pelampiasan emosi kadang-kadang. Hahaha.. Jadi, gerakan tonjok, jab, atau tendang-nya pake hati dan (sedikit) emosi, sehingga setelah selesai sesi Body Combat-nya, selesai juga kesalnya. Hahahaha… Oke banget kaaann??

Menariknya, waktu saya mengikuti kelas Body Combat hari Rabu kemarin, sang trainer meminta kami untuk mengangkat salah satu kaki ke arah samping, meluruskannya, dan menahannya sampai 10 hitungan. Untuk saya yang keseimbangannya agak-agak kurang baik, itu adalah masalah. Dan benar saja, saya kesulitan melakukan gerakan itu dan jatuh beberapa kali. Tapi kemudian si trainer bilang “Look at someone who doesn’t move! Stay with me!”. Saya kaget juga dengan pernyataan ini, karena hal yang sama dikatakan oleh trainer Body Balance di kelas yang saya ikuti hari Senin minggu sebelumnya. Saat itu kami diminta membuat sikap kapal terbang dimana saya (seperti biasa) kesulitan menjaga keseimbangan. Lalu si trainer bilang “Look at one point that doesn’t move!” Sayangnya, waktu saya mudah terdistraksi dengan teman-teman lain yang bergoyang-goyang karena kehilangan keseimbangan juga dan akhirnya gagal lah saya mempertahankan posisi kapal terbang itu. Namun, di kelas Body Combat kali ini saya berusaha keras berkonsentrasi dengan memilih melihat ke satu titik yang benar-benar tidak bergerak, yaitu tepi jendela. Dan benar saja, saya bisa mempertahankan posisi dengan satu kaki terangkat (cukup) lurus ke samping selama 10 hitungan, sebanyak 4 set. *bangga* hahahaha…

Setelah sesi berakhir saya pun berpikir kembali: “Betul juga ya. Melihat ke satu titik yang tidak bergerak akan membantu kita untuk berkonsentrasi. Kalau kita bisa fokus berkonsentrasi pada suatu titik yang tidak berubah, maka kita akan bisa mempertahankan keseimbangan kita dan meneruskan ‘posisi’ kita dengan benar sampai waktunya selesai. Namun, begitu fokus kita hilang dan mulai terdistraksi, maka mulailah juga kita kehilangan keseimbangan dan akhirnya gagal untuk mempertahankan ‘posisi’ tetap seperti seharusnya” Saya pikir, begitu juga dengan kehidupan. Semua bergantung pada fokus kita. Kalau fokus kita tetap dan tidak bergerak, maka harusnya bisa pula kita untuk melakukan “apa yang harusnya kita kerjakan”. Sayangnya, apa sih yang tidak berubah dalam kehidupan ini? Orang akan berubah, keadaan akan berubah, bahkan hati orang pun bisa berubah. Bukankah perubahan adalah hal yang pasti terjadi, selain kematian? Kemudian saya ingat seorang teman saya pernah berkata, “Jangan pernah berharap pada manusia, manusia pasti mengecewakan. Berharap saja pada Tuhan, tidak akan mengecewakan.” Iya. Satu-satunya yang tidak berubah hanya Tuhan. Seperti bisa kita dengar di lagu Sekolah Minggu : “Tuhan Yesus tidak berubah..tidak berubah..tidak berubah..” Seyakin itu anak-anak sekolah minggu bisa menyanyikan lagu tersebut, kenapa kita orang-orang yang sudah ‘dewasa’ malah lupa dan mencoba mencari fokus kehidupan yang lain? Apalagi kalau kita membicarakan kehidupan pelayanan. Sudah tentu fokusnya harus Tuhan, yang tidak akan berubah. Kalau fokus pelayanan kita bukan Tuhan, dan si ‘fokus’ mulai berubah dan menjadi ‘mengecewakan’, maka hancurlah juga pelayanan kita.

Hal lain yang mendapatkan perhatian saya 2 minggu ini adalah ketika di tengah-tengah sesi, baik itu Body Combat atau Body Balance atau kelas yang lain, seringkali para peserta mulai kelihatan kelelahan dan kesulitan untuk mengikuti gerakan yang sudah sampai ke ‘puncak’-nya. Atau untuk gerakan inti yang diulang hingga beberapa set, kadang para peserta sudah kelelahan untuk meneruskan. Namun, bukannya membiarkan peserta untuk beristirahat atau membiarkan peserta berhenti dan tidak melakukan gerakan, tetapi si trainer akan bilang “Stay with me! Stay with me!” dan dia akan meneruskan gerakan ke set selanjutnya hingga selesai. Saya pikir itu adalah cara si trainer untuk mengembalikan fokus peserta sehingga peserta yang tadinya sudah kelelahan, bisa kembali fokus dan memacu dirinya untuk menyelesaikan set tersebut bersama-sama dengan si trainer. Hal ini juga yang dikatakan oleh si trainer Body Combat saat melakukan gerakan keseimbangan yang saya sebutkan sebelumnya. Dia mengatakan “Stay with me!” sambil kami bersama-sama menahan gerakan tersebut sampai 10 hitungan. Saya sendiri merasakan sih, kadang ingin menyerah dan berhenti juga jika gerakannya sudah mulai sulit dan tangan, kaki, atau punggung saya sudah merasa sakit. Namun, kalau saya bertahan dan kembali fokus kepada si trainer, saya akan memacu diri untuk meneruskan melakukan gerakan tersebut walaupun dengan, tentu saja, effort yang lebih besar. Dan akhirnya saya pun merasakan kepuasan ketika saya berhasil menyelesaikan set gerakan tersebut sampai selesai. Hahaha…

Kemudian saya membayangkan, “Jangan-jangan Tuhan juga bilang begitu ya. Ketika kita bilang kita punya masalah dalam kehidupan dan rasanya ingin berhenti saja, Tuhan bukannya bilang “Oke, silakan kamu berhenti dan tidak usah ngapa-ngapain lagi”, tapi Tuhan akan bilang seperti yang trainer itu bilang “Stay with Me. Kita akan menyelesaikan ini bersama-sama””. Hahaha.. ini memang pemikiran yang agak random ya. Tapi bukankah di Matius 11: 28 Yesus berkata, “Marilah kepadaku semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”? Ketika kita mulai lelah, merasa capek dengan beban kehidupan yang ada, mulai bosan dengan rutinitas yang itu-itu saja, lelah dengan keadaan yang tidak menyenangkan, bahkan ketika kita sedang merasa sendirian; alih-alih meninggalkan Tuhan dan berhenti, harusnya kita tetap bersama Tuhan. Stay with Him. Saya pernah mendengar ucapan, yang kira-kira isinya “Berdoalah ketika kamu paling tidak ingin berdoa”. Iya. Tetap berdoa, saat teduh, dan ke gereja, bahkan yang rasanya hanya seperti rutinitas saja, akan menjaga kita tetap dekat dengan Firman Tuhan. Tetap dekat dengan Firman Tuhan akan kembali mengingatkan kita tentang janji Tuhan dan akan mengembalikan ‘fokus’ kita sehingga kembali menguatkan kita dalam menjalani kehidupan. Mungkin proses hingga ‘kembali fokus’ tidak akan semudah kelihatannya. Mungkin hal itu akan menjadi proses yang memakan waktu lama. Tapi biarlah kita boleh tetap ‘melekat’ pada Tuhan dan Roh Kudus akan bekerja dalam diri kita. And you know what? Yang membuat semuanya menjadi tambah indah adalah, kita tidak menjalani kehidupan kita sendirian, kita menjalaninya bersama Tuhan, Sang Empunya kehidupan itu sendiri. Sampai selesai. Rasanya sangat menyenangkan ketika tahu bahwa ada Pribadi yang selalu bersama-sama dengan kita saat kita menjalani kehidupan yang (saya rasa) semakin sulit dan akan terus semakin sulit ini. Begitu juga dalam kehidupan pelayanan, bukan? Stay with Him, dan kita akan bisa menyelesaikan tugas pelayanan kita, bersama-sama dengan Dia, Sang Empunya pelayanan itu. Karena segala sesuatu adalah dari Dia, oleh Dia, dan kepada Dia, bukan? Maka bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya.

Lucu juga ya, pelajaran tentang kehidupan bisa didapat dari mana saja. Bahkan dari tempat berolah raga.

 

Ready to work out and ready to learn,

Marisa

Thursday, March 14, 2013

The Last Post in My 24 Years Old

Jam di sudut kiri komputer saya menunjukkan angka 22:47.. Itu artinya, dalam kurang lebih 1 jam 10 menit lagi, saya akan bertambah tua 1 tahun lagi. Hahaha.. Kenapa sih jadi sebegitu pentingnya? Karena tahun ini, saya akan berusia 25 tahun, usia dimana seharusnya menjadi sangat monumental buat saya (dan orang-orang lain juga mungkin).

Usia memang tidak berhubungan sama sekali dengan tingkat kedewasaan seseorang. Usia juga tidak ada hubungannya sama sekali dengan pencapaian hidup dari seseorang. Hal-hal yang saya sebutkan di atas itu merupakan hasil dari pergumulan, kerja keras, dan kesediaan orang tersebut untuk dibentuk oleh setiap kejadian yang ada dalam hidupnya. Saya sadar, dalam beberapa tahun belakangan kemarin saya banyak melakukan kesalahan, dimana kesalahan terbesar yang saya lakukan setahun kemarin adalah: saya ngeyel sama Tuhan. Saya tidak cukup rendah hati untuk mendengar jawaban dan tuntunan Tuhan dan sangat yakin kalau saya yang paling tahu apa yang paling baik untuk hidup saya. Dan saya sudah melalui hal yang (menurut saya) sangat menyakitkan untuk belajar tentang hal itu.

Kadang-karang saya berpikir: “Kayaknya gw harus lebih hati-hati ya kalau mau minta sesuatu sama Tuhan. Takutnya, gw akan sangat kaget dan gak kuat dengan cara Tuhan untuk mengajarkan gw tentang hal itu.” Kenapa bisa berpikir seperti itu? Karena sejak dulu, bahkan mungkin sejak saya kecil, saya selalu berdoa untuk mendapatkan “yang terbaik” dari Tuhan. Dalam segala hal dalam hidup saya. Pendidikan, kehidupan berkeluarga, teman-teman, pasangan hidup, kehidupan ekonomi, pekerjaan….semuanya. Saya selalu yakin kalau Tuhan selalu akan memberikan yang terbaik untuk saya. Tapi, ada sesuatu yang saya lupa, atau bahkan mungkin tidak disadari Marisa-kecil ketika mengucapkan doa ini. Saya lupa kalau saya, sebagai manusia, diberikan kehendak bebas oleh Tuhan untuk memilih. Sayangnya, karena keberdosaan saya, tidak semua hasil dari pilihan saya itu adalah yang terbaik. Bahkan mungkin sebagian besar bukanlah yang baik, tetapi saya hanya menganggap itu “baik untuk saya”. Sehingga, dengan baik hatinya, Tuhan yang Maha Kasih itu membuang hal-hal yang “bukan terbaik” itu dari kehidupan saya. Caranya? Hahahaha… untuk saya sakit sekali memang. Apalagi, dengan keterbatasan akal saya, saya merasa “ini yang terbaik buat saya, tapi kenapa dijauhkan dari saya?”. Dan seringnya, sudah tahu akalnya terbatas tapi tetap ngeyel, saya tetap berpegang pada keinginan saya dan tidak membiarkan Tuhan bekerja untuk saya. Aaaahhh….dasar manusia. Dasar anak-anak…

Maka, di usia 25 tahun ini, saya berdoa agar saya tidak mengulangi kesalahan yang sama lagi. Hahaha.. lucu juga. Berani-beraninya saya berdoa seperti ini lagi. Padahal saya tahu, setelah saya berdoa ini, Tuhan akan langsung memberikan “tes” kepada saya, agar saya bisa belajar dari “tes” itu. Yaaaa… tapi, memang begitulah hidup kan? Berbeda dengan sekolah. Kalau sekolah, belajar dulu baru ujian; kalau hidup, ujian dulu baru bisa belajar. Bukan begitu?

Seharusnya saya tidak perlu khawatir kalau saya diberikan “tes” itu sih. Saya tahu Tuhan ada dimana saja dalam kehidupan saya. Tuhan ada di masa lalu saya, Tuhan yang sama ada di masa kini saya, dan Tuhan yang sama pula pasti ada dalam masa depan saya. Kalau saya percaya dan memegang Tuhan terus dalam kehidupan saya, saya yakin Tuhan yang sejak dulu mendengar doa Marisa-kecil juga akan mendengar doa Marisa-yang-sudah-25-tahun. Tuhan yang sama akan menjaga pilihan Marisa, menghibur ketika Marisa merasa “patah hati” karena kesalahannya dalam memilih jalan hidup, melembutkan hati Marisa yang (mungkin sekali) ngeyel, dan akan menopang ketika Marisa harus terus melanjutkan kehidupannya.

Saya bertekad tahun ini akan menjadi tahun yang monumental dalam kehidupan saya. Saya tidak mau tahun ini berlalu begitu saja dan bertekad untuk mengisinya dengan hal-hal yang luar biasa. Ummm… sebenarnya saya sudah merencanakan beberapa hal sih. Tapi itu akan kita bahas di lain waktu. Hehehe… 

Yah, kembali lagi, hal-hal luar biasa pasti tidak akan terjadi dengan mudah. Semoga Tuhan menolong saya.

 

Have a good day!!!

 

The (almost) birthday girl,

Marisa

Monday, March 11, 2013

Bored Yet Tired…

Saya mulai merasa bosan dengan kehidupan saya selama ini. Rasanya, melakukan hal yang sama berulang-ulang setiap harinya, mulai terasa memuakkan buat saya. Setiap hari saya bangun pagi, berangkat ke kampus, pergi sebentar sampai sore atau langsung pulang, lalu melakukan sedikit hal di rumah, kemudian tidur. Besoknya? Ya sama..itu lagi yang saya kerjakan. Begitu terus… berulang-ulang…. Di akhir minggu? Ya mungkin akan berubah sedikit urutan kegiatannya karena dikurangi “berangkat ke kampus”. Tapi sama saja, hal-hal itu-itu saja yang saya lakukan di akhir minggu.

Apalagi, saya juga merasa bosan dengan diri saya sendiri. Hhmmm… Mungkin bukan “bosan” ya, lebih tepatnya saya merasa  “lelah”. Saya mulai merasa kelelahan dengan segala hal yang ada di sekitar saya, hal-hal yang selama ini membebani pikiran saya. Saya sadar sih, hal ini juga disebabkan oleh sifat saya yang memang terlalu banyak berpikir. Maka itu, saya mulai merasa kelelahan. Rasanya kalau bisa, saya mau banget me-restart kehidupan saya…sehingga semuanya mulai dari awal dengan baik. Tapi saya tahu itu tidak bisa. Saya mulai merasa lelah dengan apa yang sudah saya lakukan selama ini, baik itu dalam rangka mengejar sesuatu atau untuk mempertahankan sesuatu. Lagipula, setalah saya pikir-pikir, masalah yang “membebani” saya setahun kemarin dan yang ada saat ini…..sama-sama saja. Mungkin hanya situasi saya saja yang sedikit berbeda. Tapi ya masalahnya masih itu-itu saja. Hahaha..pantas saja saya mulai merasa kelelahan.

Rasanya…..saya ingin berhenti saja dari semua ini… Saya ingin sekali mengambil sebuah liburan panjang, atau pindah ke suatu tempat yang jauh untuk beberapa lama. Mulai dengan situasi yang baru dan orang-orang yang baru. Tapi… saya rasa belum waktunya untuk sekarang. Lalu kapan? Saya juga tidak tahu. Saya juga tidak tahu apakah saya sanggup untuk meninggalkan kehidupan saya yang (sebenarnya) sudah tertata dengan sangat baik saat ini.

Aaaaahhh… rasanya saya mau untuk melakukan apa saja untuk menghilangkan kebosanan saya saat ini…

 

Sangat bosan,

Marisa

Tuesday, February 19, 2013

Blog

Saya punya kesenangan baru akhir-akhir ini, yaitu blogwalking, atau bahasa sederhananya adalah jalan-jalan ke blog milik orang lain. Sistem yang saya lakukan adalah membuka blog teman saya, kemudian mencari link ke blog teman-dari-teman saya dan kemudian mencari link ke temannya yang lain lagi. Menyenangkan sekali lho! Saya jadi bisa melihat berbagai macam blog yang ditulis oleh berbagai macam orang (yang adalah teman saya sendiri atau mungkin juga tidak saya kenal) dengan gaya penulisan yang bermacam-macam juga. Saya paling senang dengan blog yang isinya pengalaman hidup sehari-hari yang ditulis dengan gaya yang lucu atau blog yang isinya tentang perenungan hidup. Dari setiap kejadian di tiap cerita, ada pelajaran yang bisa diambil dan direnungkan. Jadi bisa banyak belajar toh?
 
Nah, dari beberapa blog yang sudah saya baca sejauh ini, saya punya beberapa blog favorit. Salah satunya adalah blog yang ditulis oleh kakak senior saya di FKG UI, Kak Ade Paramitha. Seperti yang saya bilang tadi, blog ini isinya tentang kehidupan sehari-hari sih, tapi penulisannya bagus, dan ada pesan yang bisa diambil dari tiap ceritanya.
 
Hmmm… ada satu cerita yang menarik banget. Ini adalah post terbaru dari Ka Ade:

Love story

Posted by adeparamitha in Uncategorized. Tagged: brokenheart, Love, move on.

Everyone has their very own love story. I have heard many of them, the bad and ugly one in particular. I never say it was better or worse than the other. Each one of it feels like a sting.

Maybe you were abused. Maybe you were stood in uncertainty for a quite some times. Maybe you were cheated on. Maybe you were just left without any explanation. Maybe you were being hurt over and over again.

And then, you feel like a crap. All you want to do is just crawling in your bed for a week. Or crying your heart out alone in your room. Or begging for the second chance. Or struggling to deny everything. Or trying to figure out what is really wrong. Or watching every romantic movies with a happy ending. Or listening to every whining love song. And then, you try to make up your life. You make some differences. You have your hair cut. You laugh with your best friends. You dress up. You hang out. You meet a bunch of new people. But still, you feel empty. You still want to crawl in your bed for a week. You still cry in your room alone in the middle of the night. You still want everything didn’t change.
What I can say, if you want to cry, cry… Take as much time as you need to mend the broken pieces, because at some point you will move on. You must move on. Because they’ll move on. It just a matter of time who is going to move on first. Then, your story will be just a history. You will meet a new one. Maybe you’ll be broken again. But maybe, just maybe… You don’t.


Cheers,
Ade


Bagus kan? hahahahaha…

Sebenarnya ada satu alasan lagi kenapa saya menge-post yang satu ini di blog saya.

Karena…… saya tahu saya ada dalam cerita itu. One of those love stories is mine.

Makasih Ka Ade…

 

Dengan penuh semangat membaca,
Marisa

Friday, November 30, 2012

Long lost…friend…

Akhirnya, setelah bertahun-tahun gak denger kabarnya…bahkan gak pernah denger namanya disebut lagi,,, tadi pagi gw dapet kabar kalo ternyata orang itu masih ada. Ternyata dia masih bener-bener ada. Hahahaha… Bukannya gw doain ada apa-apa sama dia sih. Cuma, kalo di flash back, kok kadang-kadang gw gak yakin ya kalo si oknum itu beneran ada. Apalagi kan kejadiannya udah 10 taun-an yang lalu tuh ya… jadi memori nya udah agak-agak luntur sedikit hahaha… Tapi hari ini, gw jadi tau dia beneran ada, dan masih (semoga) sehat walafiat sampe searang.

Nah, setelah seharian kepikiran, menimbang-nimbang, dan kemudian jadi kepo beneran, akhirnya gw buka-buka foto-foto di FB nya. Dari liat-liat timelinenya ini, barulah gw tau kaloooo… dia udah punya anak sekarang. Hahahahahahahaahahaha…. Somehow, gw seneng sih. Akhirnya dia dapet apa yang udah dia tunggu-tunggu sejak lama. I know it. Seorang cowok, Batak pula, apa lagi sih yang ditunggu daripada anak cowok? Dan kalo gw itung-itung, dia nunggu udah bertahun-tahun… Jadi, ya baguslah kalo apa yang ditunggu-tunggu itu datang juga. hahaha…

Nah, gawatnya adalah, karena denger kabar ini, gw jadi gateeeeelllll banget mau hubungin dia. Niatnya sih mau ngasih selamat atau semacamnya ya. Tapi…..ummm…. udah bertahun-tahun lho gw gak hubungin dia. Terakhir, waktu ada event dia lulus sesuatu gitu. Itu aja…..lamaaa bgt baru gw mutusin untuk ngehubugin dia. hahahahaha…. Trus gw harus bilang apa? Bingung banget deh. Takut awkward ya…

hahahahahahahahahahahahahahahahahaha….

 

*terlalu banyak ketawa et causa bingung*

 

Dengan bingung,

Marisa

Wednesday, June 6, 2012

My First….

Ulalalalala….. setelah digebrak-gebrak sama Alys buat nge-update blog, baru deh gw (bener-bener) tergerak untuk nulis2 lagi. Sebenernya sih udah dari kapan2 tau mau nulis2, tapi apa daya, kasur dan bantal lebih menarik perhatian daripada nulis..fufufufufu…
Waktu lagi mikir-mikir mau nulis apa, tetiba gw jadi keinget dengan kegemaran gw akhir2 ini untuk mendokumentasikan apa aja yg menurut gw menarik, dari makanan sampe orang2 yang gw temein di jalan atau angkot, jadinya adalah beberapa foto2 di BB gw.. Umm.. kayaknya lucu juga ya kalo gw pindahin (beberapa) fotonya ke sini....Trus, beberapa waktu belakangan ini gw juga mencoba untuk melakukan hal-hal baru.. Udah pengen dari dulu2 juga sih, tapi kayaknya baru ada kesempatannya sekarang-sekarang ini aja. Tapi jangan membayangkan hal-hal yang “spektakuler” atau “ekstravaganza” lho ya.. hahaha.. Cuma hal-hal kecil aja, tapi asik…^_____^

Okeeee…here we go..


My First CUPCAKE…
Ini sih sebenernya agak fail ya..haha Jadi, waktu itu pernah ada acara semacam training untuk menghias cupcake di kampus. Karena itu diadakan hari kamis, dan kebetulan Pedo lagi kosong karena ada seminar di Bali, jadilah gw bersama Alys-Beka mendaftar ke training itu. Di sana gw bener2 terpesona sama peralatan buat bikin kue hahaha… Kayaknya cewek banget gitu ya kalo bisa bikin kue..dan gw jaraaaanngg banget megang2 peralatan2 kayak gitu. Agak falimiar sih ya benda2nya.. Kayak “spatula” –> hampir sama kayak spatula buat ngaduk alginat..hihi.. Trus, “plastik segitiga” buat naro butter cream –> ampir sama lah kayak plastik2 es transparan, cuma bentuknya udah customized buat hias2 pake butter cream. Berbagai macam “spuit” –> denger namanya aja gw udah langsung keinget mandibular block..hahaha… Pengen langsung nyuntik rasanya. Yah, dan ada beberapa peralatan dan bahan lain, kayak: pewarna (iyuuhh.. itu bahan kimia banget), perasa (aakkhh…rasa2 palsu…), fondant (nah ini yg paling oke..kayak clay, bisa bentuk2..hohoho), dan kawan2nya..
Singkat cerita, gw menghias 2 cupcake dengan hasil…….*errrrggghhh…fail bangeeettt*
IMG-20120524-00008Yang kiri dihias pake butter cream hijau-putih (sok cinta FKG) plus taburan gula2 plus hiasan hati. Maksudnya sih biar agak manis tampilannya hahaha.. Yang kanan? jangan tanya deh... Pas udah jadi, gw merasa kayak lagi bikin foto cewek Hawaii. Nooooo….!!! *tutup muka*
Nah, selain training menghias, kita juga dikasih resep cupcake nya. Daaannn…biasalah… dengan impulsifnya gw langsung bikin cupcake menurut si resep hari Jumat malemnya. Tadinya sih maunya Sabtu pagi aja biar agak santai ngerjainnya. Etapi karena ada acara mendadak, yaudah jadilah gw bikin hari jumat malem. Setelah menyusuri sebuah jalan di  Harmoni (yang bahkan gw ga tau kalo di situ ada toko bahan2 kue, baru tau dari Anna), gw beli bahan-bahannya dan bikin (kayaknya) sesuai resep.

IMG-20120525-00013
Hasilnya???

IMG-20120525-00016

Gw merasa seperti ada gempa bumi pas manggang kuenyaaaaa… *Kenapa jadi gak rata begituuuuu????* *tutup muka* *malu*
Etapi pas dicobain lumayan lho… Lumayan seret maksudnya. hahaha.. Entah bagian mananya yg salah, tapi katanya agak kemanisan (berarti kebanyakan gula pasir) dan pas dimakan agak seret (nah, gak ngerti deh gw kalo yang ini..). Ya tapi..lumayan lah buat pertama kali. At least, waktu besoknya temen2 yg gw kasih nyobain si cupcake, gak ada kejadian mereka mules2 atau harus sampe dibawa ke IGD et causa makan cupcake gw..hahahaha…. Mereka bilang sih enak ya.. Gak tau deh karena tatapan galak gw *jangan2 mereka makan di bawah tekanan..haha* atau kasian karena gw udah bikin..hihihihi…

My First JACK DANIEL’S
Ini agak berlebihan sih… mungkin harusnya “My First Sip of Jack Daniel's”.. soalnya gw bener2 cuma nyeruput dikit… eh enak, gw seruput lagi deh.. Hahaha.. *ngambil kesempatan*. Etapi bener lho, itu baru pertama kalinya gw nyobain minuman beralkohol gitu, dan itu juga siang2… Rasanya?? Ehh..anget2 aneh gitu ya. Yaaa kayak makan coklat yg isinya rum aja. Jadi, sebenernya si minuman ini adalah minuman untuk wedding toast di nikahan temennya kakak gw, yang cuma gw cobain seiprit. Itupun minuman kakak gw sebenernya (soalnya pas lg wedding toast, gw harus duduk manis di luar ngejagain buku tamu+kotak angpao T_______T)
IMG-20120519-00238

My First….*random*
Ada juga beberapa kejadian “pertama kali” gw yang lain. Seperti contohnya, beli baju untuk cowok.. Errr.. ini amat sangat membingungkan sih ya.. Bener2 bukan “wilayah kerja” gw banget. Ini kejadian 2x sih. Untungnya, beli baju kedua itu gw ditemenin sama seorang teman yang cukup mengenal ukuran dan selera si orang yang mau dibeliin baju ini. Yang pertama? Sumpah clueless… Dan waktu itu gw baru sadar kalo selama ini gw gak pernah nemenin nyokap kalo lagi beliin baju buat bokap. Biasanya gw tinggalin nyokap muter2 sendirian, sementara gw liat2 make up atau sepatu. hehehe… Bahkan, tadinyaaaa gw mau beliin barangnya yang useless banget. Untungnya gw disadarkan dan “dikembalikan” ke jalan yang benar oleh seorang teman.. hahahaha.. Ya paling gak, kejadian ini membuat gw sadar, harus lebih banyak belajar ya...hahahaha...
Trus, ini juga pertama kali gw make “Easy Worship” untuk bikin multimedia lagu2. FYI, Easy Worship ini adalah software yang dipake buat bikin slide multimedia lagu2 di gereja gitu deh..(bener gak tuh ya penjelasannya? tau deh..) Parahnya, ini multimedia untuk “Royal Wedding”. Mateeekkk banget gak tuh gw? Ini bener2 first trial… dan buat nikahan orang?? Aiihhh….tambah deg-deg-an lah gw. Tahap pertama sih masih enak ya, masuk2in lagu, kata2 pendeta, dll dsb. Mulai mau masukin background, gw mulai bertanya2 “Jadi, dalam satu lagu cuma bisa satu background? Gak bisa beda2 gitu?” Dan gw mulai panik..!!! Kenapa panik? Karena, menurut gw yang ‘agak’ perfeksionis ini, backgorund itu harus sesuai sama kata2nya..biar nyambung. Lah? kalo ga bisa ganti2, trus jadi gak nyambung, aneh doonnggg??? Selain itu, gw harus memilah dan memilih dan menentukan background yang sesuai sama kata2nya dong ya. Ternyata eh ternyata, background itu tersebar dalam 11 DVD… (yak…SEBELAS!!!).. yang berisi ratusan backgroud dengan berbagai tema tiap DVD nya. MAMAM!!! Makin panik lah gw… Dan berkat ke-‘agak’-perfeksionis-an gw juga, akhirnya gw liatin deh tuh backgorund satu2… Hasilnya? Sefolder background calon plus kepala agak pusing karena kebanyakan ngeliat layar komputer. hahahahaha… Trus, dengan bantuan sana-sini, BBM orang sana-sini, akhirnya selesai juga multimedianya..*di detik2 terakhir, tentu saja*  Yaaaa..lumayan lah..gak jelek2 amat.  Gw sih cuma berdoa, semoga pengantin sama jemaatnya agak ‘terhibur’ dengan pilihan background gw yang agak random. hahahaha…  

Sunday, February 19, 2012

Thank God I found you guys..(part 2)

Ahahaha..ternyata butuh waktu sebulan untuk nyambungin post gw sebelumnya.. hohoho.. Kenapa ya? kayaknya gw emang lagi males nulis2 aja sih ya.. But, hari ini gw lagi bener2 pengen nulis.. (padahal harusnya bikin lapsus konser atau tidur cepet karena besok harus bangun pagi2..hohoho)

Ehh..hmm… post kemarin akhirnya dimana sih? lupa..hahaha.. Oiya, temen2 gw di tahun 2012 ini ya?? hehehe..

Seperti yg sudah disebutkan sebelumnya, gw merasa bertambah banyak teman di tahun 2011 kemarin.. dan gw harap sih, mudah2an akan terus bertambah di tahun 2012 ini. Gw merasa dikelilingi banyak teman itu menyenangkan. At least, kenal dengan banyak orang itu ternyata menyenangkan. Yahhh.. mungkin emang sih si kenalan2 baru itu belom deket2 banget sekarang, cuma sebatas temen yang say hello, ngobrol2 atau becanda2 aja.. Tapi, hmmm…ada juga sih beberapa teman2 di kampus dan di gereja, yang gw udah mulai bisa cerita2 masalah2 yg lain. Seneng juga lho bisa denger pendapat dari orang lain. Jadi bisa ada berbagai sudut pandang dan tambahan pendapat untuk satu masalah.. Yang penting sih, gw merasa bisa berbagi cerita aja. Eh, padahal ya, kalo diinget-inget, gw itu dulu orangnya introvert banget lho. Jaraaaangggg bgt deh  kejadian gw bisa cerita2 tentang masalah gw atau masalah keluarga gw ke orang lain. Sekarang?? Kayaknya jadi “agak” ekstrovert ya..hahaha… Gak tau deh ini jadinya bagus atau gak. Tapi yang jelas, sekarang gw sangat menikmati waktu2 ngobrol sama temen2 gw. Entah itu ngobrol2 (dengan tema2 beragam, dari yang “normal” sampe yang “absurd”) sama temen2 integ di waktu selesai klinik (yang biasanya berakhir dengan diusir cleaning service karena ruang mahasiswanya udah mau dibersihin dan udah terlalu SORE..*yaiyalah, udah jam 5 gitu..* hahaha), ngobrol2 ngalor ngidul (baca: gosip) sama temen2 gereja, atau bahkan ngobrol2 tentang masalah pribadi (baca: curhat) sama beberapa orang tertentu. Yaaaahh..berhubung saya ini PelaCur (Pelan-Pelan Curhat), jadi gampang ajalah ngorek2 info dari gw.. *lho?* hahaha…

Tapi tahun ini gw juga belajar sesuatu tentang teman. Pelajaran ini bikin gw jadi berpikir berulang kali dan makin selektif untuk berteman. Bukannya maksud gw untuk milih2 untuk berteman sama siapa lho.. Tapi paling gak, membuat gw belajar untuk memilah-milah. Dengan siapa gw menceritakan apa.. Dengan orang macam apa gw membangun pertemanan macam apa. Terutama untuk orang2 yang dari luar keliatannya sih teman lo.. Seperti yang pernah gw bilang sebelumnya:
WE AREN'T RESPONSIBLE FOR WHAT PEOPLE THINK ABOUT US, BUT WE'RE RESPONSIBLE FOR WHAT WE GIVE THEM TO THINK ABOUT US. -H.B. EYRING #IHATEQUOTES
Ini menurut gw aja sih ya, lebay dalam menjaga perasaan teman itu lebih baik daripada tidak menjaga sama sekali.. Gw sampe heran, ada orang yg gak bisa ngerti hal2 yang "common" kayak begitu..hoho..

Baelah..cukup sudah ngomel2nya.. Semoga (kalo ada) yang baca post ini, mendapat pelajaran penting ya tentang berteman.. hahaha..*super gaya* Kalo mau diambil hikmahnya, yaaahh…cukup tau aja ada orang macem gitu di dunia. Jadi udah dipersiapkan dan dilatih kalo ada orang macem gitu lagi..hehehe..

Tapi tetep lho..gw sangat bersyukur dengan temen2 yang ada di sekeliling gw. Kenalan-kenalan baru, temen2 ngobrol baru, temen2 curhat baru… Kenal dengan banyak orang baru, berarti bisa belajar banyak hal baru.. Eh tapi ada juga sih yang udah kenal lama, tapi baru2 ini aja jadi sering ngobrol,jadi sering jalan2 bareng, jadi sering curhat deh. hahahaha… Emang ya, tak kenal maka tak sayang. Mana gw tau temen yang udah 5 taun gw kenal (tapi jarang ngobrol) itu ternyata baik banget.. Setelah ngobrol2, sering2 jalan bareng, ternyata baik yaaaa… hahahaha… Seneng deh punya temen2 baru.. Beneran. Jadi bisa punya pengetahuan baru, pengalaman baru, kalo lo sedih ada yang dukung, kalo lo salah ada yang marahin, kalo lo bete ada yang ngehibur..Bener2 Thank God I Found You, Guys… ^___________^

Monday, January 23, 2012

Thank God I found you guys..(part 1)

Uwaaaahh…setelah 2 minggu blog ini gak ter-update, akhirnya gw kembali untuk menulis-nulis lagi. Bukan cuma gara-gara ga sempet, banyak kerjaan, gak mood, atau ngantuk sih, tapi emang gw rasa blom ada topik atau kejadian menarik yg harus ditulis aja…hahaha…

Sebenernya topik ini berkaitan dengan perenungan gw di akhir tahun 2011 kemarin. Di tengah2 dar-der-dor kembang api (yg sempet bikin gw ga bisa tidur) di sekitar rumah, gw mencoba untuk merenungkan, apa sih yang berubah di hidup gw di tahun ini? Khususnya, apa sih yang bertambah dalam hidup gw? Pastinya banyak sih ya, gak cuma satu atau dua nomer kalo mau dibikin list-nya. Tapi…ada satu hal yg gw sadari dan gw syukuri banget bertambah selama tahun 2011 ini. Gw bertambah banyak TEMAN…

Mungkin kalo dibaca, orang2 akan berpikir: “Apa anehnya sih?” “Bukannya itu udah biasa ya?”.. Yah, mungkin udah biasa untuk orang lain. Tapi, kalo menengok ke sejarah hubungan inter-personal gw di jaman dulu, terutama sampe jaman2 SMP-SMA, gw merasa bersyukur sekali dengan perjalanan hidup yang Tuhan sudah ijinkan untuk gw jalani yang menjadikan gw Marisa Thimang yang sekarang, yang di tahun 2011 ini mendapat banyak sekali teman baru…

Kecuali keluarga dan teman2 terdekat gw, mungkin ga ada yang sadar kalo dulu hubungan inter-personal gw itu jelek banget. Gw ga pernah (dengan inisiatif sendiri) memulai interaksi dengan orang baru; gak pernah bisa memulai pembicaraan dengan orang yang baru dikenal; bahkan dengan orang yang sudah kenal tapi memang jarang ketemu, gw gak bisa tuh ngobrol, apalagi sampe ketawa-ketiwi. Kenapa? Gak tau juga. Gw pikir gw malu untuk memulai interaksi. Gak pede kali ya…. Gw merasa tidak masalah kalo tidak ada yang ngobrol sama gw, merasa nyaman dengan pikiran gw sendiri. Kecuali ada orang yang nanya sama gw, gak ada tuh ceritanya  gw yang mulai bertanya kepada mereka. Jadi kalo datang ke lingkungan baru, gw cuma senyum, jawab kalo ditanya, dan selebihnya…diem. Mungkin itu juga yang menyebabkan image “sombong” atau “jaim” gw *padahal sih…jaim dari mana?? hahaha*  Selama ini, gw cuma menunggu adanya effort dari orang lain untuk ngajak ngomong gw, dan sekali gw ngerasa “diterima” di lingkungan itu (dengan effort yang minim juga dari gw pribadi), baru deh gw merasa nyaman dan baru bisa ngobrol. Hal ini nih (gw pikir) yang menyebabkan “mental”-nya gw dari Komisi Remaja gereja gw waktu jaman SMP dulu. Perasaan tidak nyaman karena harus masuk ke lingkungan baru yang sudah ber”kelompok”, ditambah effort yang kurang untuk meleburkan diri, hasilnya: gw memilih untuk menjauhkan diri dari komunitas remaja dan memilih untuk ikut ke Kebaktian Umum bersama nyokap. Gak jelek sih memang, tapi yang bikin jelek adalah: gw juga menjauhkan diri dari pelayanan. Itu yang salah… Jaman2 “kegelapan” ini berlangsung sampe gw SMP menuju SMA mungkin. Agak terobati sedikit ketika gw SMA, karena waktu itu gw ikut2 subsie atau pembinaan2 yang mengharuskan gw public speaking dan kenal2an sama temen2 seangkatan, kakak2 kelas, bahkan alumni. Makin terobati waktu gw mulai kerja di BTA. Meskipun awal2 (terutama waktu wawancara pertama jadi Binglas SMA 8 *astaga… gak bisa lupa deh tegangnya gw waktu itu T______T ) gw sama sekali gak bisa ngomong dengan baik kalo di bawah tekanan. Tapi, karena dilatih tiap minggu untuk ngomong di depan kelas, akhirnya gw jadi terbiasa, gak terlalu gugup lagi. Ditambah lagi mulai ngajar di tahun ke-2, lama2 jadi makin terbiasa ngomong sambil diliatin orang (malah kadang2 jadi ada “obsesi bicara” hahahaha…) Karena lingkungannya juga mendukung kali ya; dengan orang2 di BTA yang santai, becandaan, tapi serius jg, gw jadi merasa nyaman dan terbawa dengan “kebiasaan” mereka. Dari gw yang serius banget, sampe gw jadi orang yg bisa becanda (meskipun kadang2 garing), itu improvement besar lho…hahahaha…

Nah, jadi, apa yang bertambah di tahun 2011?? Seperti yang tadi gw bilang di awal, gw bertambah banyak teman… Teman dimana aja? Detilnya akan disambung di part 2 aja kali ya…hehehehe… Sekarang gw udah ngantuk, tapi masih harus beres2 trus siap2 buat kuliah besok…

Aaaahhh…..semoga besok, hari kedua di tahun naga air ini, jadi hari yang lebih cerah dari hari ini yaaaa….

Anyooonnggg!!!

friend%2Bpic_large