Jam di sudut kiri komputer saya menunjukkan angka 22:47.. Itu artinya, dalam kurang lebih 1 jam 10 menit lagi, saya akan bertambah tua 1 tahun lagi. Hahaha.. Kenapa sih jadi sebegitu pentingnya? Karena tahun ini, saya akan berusia 25 tahun, usia dimana seharusnya menjadi sangat monumental buat saya (dan orang-orang lain juga mungkin).
Usia memang tidak berhubungan sama sekali dengan tingkat kedewasaan seseorang. Usia juga tidak ada hubungannya sama sekali dengan pencapaian hidup dari seseorang. Hal-hal yang saya sebutkan di atas itu merupakan hasil dari pergumulan, kerja keras, dan kesediaan orang tersebut untuk dibentuk oleh setiap kejadian yang ada dalam hidupnya. Saya sadar, dalam beberapa tahun belakangan kemarin saya banyak melakukan kesalahan, dimana kesalahan terbesar yang saya lakukan setahun kemarin adalah: saya ngeyel sama Tuhan. Saya tidak cukup rendah hati untuk mendengar jawaban dan tuntunan Tuhan dan sangat yakin kalau saya yang paling tahu apa yang paling baik untuk hidup saya. Dan saya sudah melalui hal yang (menurut saya) sangat menyakitkan untuk belajar tentang hal itu.
Kadang-karang saya berpikir: “Kayaknya gw harus lebih hati-hati ya kalau mau minta sesuatu sama Tuhan. Takutnya, gw akan sangat kaget dan gak kuat dengan cara Tuhan untuk mengajarkan gw tentang hal itu.” Kenapa bisa berpikir seperti itu? Karena sejak dulu, bahkan mungkin sejak saya kecil, saya selalu berdoa untuk mendapatkan “yang terbaik” dari Tuhan. Dalam segala hal dalam hidup saya. Pendidikan, kehidupan berkeluarga, teman-teman, pasangan hidup, kehidupan ekonomi, pekerjaan….semuanya. Saya selalu yakin kalau Tuhan selalu akan memberikan yang terbaik untuk saya. Tapi, ada sesuatu yang saya lupa, atau bahkan mungkin tidak disadari Marisa-kecil ketika mengucapkan doa ini. Saya lupa kalau saya, sebagai manusia, diberikan kehendak bebas oleh Tuhan untuk memilih. Sayangnya, karena keberdosaan saya, tidak semua hasil dari pilihan saya itu adalah yang terbaik. Bahkan mungkin sebagian besar bukanlah yang baik, tetapi saya hanya menganggap itu “baik untuk saya”. Sehingga, dengan baik hatinya, Tuhan yang Maha Kasih itu membuang hal-hal yang “bukan terbaik” itu dari kehidupan saya. Caranya? Hahahaha… untuk saya sakit sekali memang. Apalagi, dengan keterbatasan akal saya, saya merasa “ini yang terbaik buat saya, tapi kenapa dijauhkan dari saya?”. Dan seringnya, sudah tahu akalnya terbatas tapi tetap ngeyel, saya tetap berpegang pada keinginan saya dan tidak membiarkan Tuhan bekerja untuk saya. Aaaahhh….dasar manusia. Dasar anak-anak…
Maka, di usia 25 tahun ini, saya berdoa agar saya tidak mengulangi kesalahan yang sama lagi. Hahaha.. lucu juga. Berani-beraninya saya berdoa seperti ini lagi. Padahal saya tahu, setelah saya berdoa ini, Tuhan akan langsung memberikan “tes” kepada saya, agar saya bisa belajar dari “tes” itu. Yaaaa… tapi, memang begitulah hidup kan? Berbeda dengan sekolah. Kalau sekolah, belajar dulu baru ujian; kalau hidup, ujian dulu baru bisa belajar. Bukan begitu?
Seharusnya saya tidak perlu khawatir kalau saya diberikan “tes” itu sih. Saya tahu Tuhan ada dimana saja dalam kehidupan saya. Tuhan ada di masa lalu saya, Tuhan yang sama ada di masa kini saya, dan Tuhan yang sama pula pasti ada dalam masa depan saya. Kalau saya percaya dan memegang Tuhan terus dalam kehidupan saya, saya yakin Tuhan yang sejak dulu mendengar doa Marisa-kecil juga akan mendengar doa Marisa-yang-sudah-25-tahun. Tuhan yang sama akan menjaga pilihan Marisa, menghibur ketika Marisa merasa “patah hati” karena kesalahannya dalam memilih jalan hidup, melembutkan hati Marisa yang (mungkin sekali) ngeyel, dan akan menopang ketika Marisa harus terus melanjutkan kehidupannya.
Saya bertekad tahun ini akan menjadi tahun yang monumental dalam kehidupan saya. Saya tidak mau tahun ini berlalu begitu saja dan bertekad untuk mengisinya dengan hal-hal yang luar biasa. Ummm… sebenarnya saya sudah merencanakan beberapa hal sih. Tapi itu akan kita bahas di lain waktu. Hehehe…
Yah, kembali lagi, hal-hal luar biasa pasti tidak akan terjadi dengan mudah. Semoga Tuhan menolong saya.
Have a good day!!!
The (almost) birthday girl,
Marisa
begitu post ini selesai di publish tiba2 brrrrr... brrrrrrr... brrrrrrrr... bergetarlah handphone dan tes2 selanjutnya pun di mulai..
ReplyDeleteeh, salah ya???
*kabuuuur.......