For from Him and through Him and to Him are all things. To Him be the glory forever! Amen. -Romans 11:33-

Thursday, March 14, 2013

The Last Post in My 24 Years Old

Jam di sudut kiri komputer saya menunjukkan angka 22:47.. Itu artinya, dalam kurang lebih 1 jam 10 menit lagi, saya akan bertambah tua 1 tahun lagi. Hahaha.. Kenapa sih jadi sebegitu pentingnya? Karena tahun ini, saya akan berusia 25 tahun, usia dimana seharusnya menjadi sangat monumental buat saya (dan orang-orang lain juga mungkin).

Usia memang tidak berhubungan sama sekali dengan tingkat kedewasaan seseorang. Usia juga tidak ada hubungannya sama sekali dengan pencapaian hidup dari seseorang. Hal-hal yang saya sebutkan di atas itu merupakan hasil dari pergumulan, kerja keras, dan kesediaan orang tersebut untuk dibentuk oleh setiap kejadian yang ada dalam hidupnya. Saya sadar, dalam beberapa tahun belakangan kemarin saya banyak melakukan kesalahan, dimana kesalahan terbesar yang saya lakukan setahun kemarin adalah: saya ngeyel sama Tuhan. Saya tidak cukup rendah hati untuk mendengar jawaban dan tuntunan Tuhan dan sangat yakin kalau saya yang paling tahu apa yang paling baik untuk hidup saya. Dan saya sudah melalui hal yang (menurut saya) sangat menyakitkan untuk belajar tentang hal itu.

Kadang-karang saya berpikir: “Kayaknya gw harus lebih hati-hati ya kalau mau minta sesuatu sama Tuhan. Takutnya, gw akan sangat kaget dan gak kuat dengan cara Tuhan untuk mengajarkan gw tentang hal itu.” Kenapa bisa berpikir seperti itu? Karena sejak dulu, bahkan mungkin sejak saya kecil, saya selalu berdoa untuk mendapatkan “yang terbaik” dari Tuhan. Dalam segala hal dalam hidup saya. Pendidikan, kehidupan berkeluarga, teman-teman, pasangan hidup, kehidupan ekonomi, pekerjaan….semuanya. Saya selalu yakin kalau Tuhan selalu akan memberikan yang terbaik untuk saya. Tapi, ada sesuatu yang saya lupa, atau bahkan mungkin tidak disadari Marisa-kecil ketika mengucapkan doa ini. Saya lupa kalau saya, sebagai manusia, diberikan kehendak bebas oleh Tuhan untuk memilih. Sayangnya, karena keberdosaan saya, tidak semua hasil dari pilihan saya itu adalah yang terbaik. Bahkan mungkin sebagian besar bukanlah yang baik, tetapi saya hanya menganggap itu “baik untuk saya”. Sehingga, dengan baik hatinya, Tuhan yang Maha Kasih itu membuang hal-hal yang “bukan terbaik” itu dari kehidupan saya. Caranya? Hahahaha… untuk saya sakit sekali memang. Apalagi, dengan keterbatasan akal saya, saya merasa “ini yang terbaik buat saya, tapi kenapa dijauhkan dari saya?”. Dan seringnya, sudah tahu akalnya terbatas tapi tetap ngeyel, saya tetap berpegang pada keinginan saya dan tidak membiarkan Tuhan bekerja untuk saya. Aaaahhh….dasar manusia. Dasar anak-anak…

Maka, di usia 25 tahun ini, saya berdoa agar saya tidak mengulangi kesalahan yang sama lagi. Hahaha.. lucu juga. Berani-beraninya saya berdoa seperti ini lagi. Padahal saya tahu, setelah saya berdoa ini, Tuhan akan langsung memberikan “tes” kepada saya, agar saya bisa belajar dari “tes” itu. Yaaaa… tapi, memang begitulah hidup kan? Berbeda dengan sekolah. Kalau sekolah, belajar dulu baru ujian; kalau hidup, ujian dulu baru bisa belajar. Bukan begitu?

Seharusnya saya tidak perlu khawatir kalau saya diberikan “tes” itu sih. Saya tahu Tuhan ada dimana saja dalam kehidupan saya. Tuhan ada di masa lalu saya, Tuhan yang sama ada di masa kini saya, dan Tuhan yang sama pula pasti ada dalam masa depan saya. Kalau saya percaya dan memegang Tuhan terus dalam kehidupan saya, saya yakin Tuhan yang sejak dulu mendengar doa Marisa-kecil juga akan mendengar doa Marisa-yang-sudah-25-tahun. Tuhan yang sama akan menjaga pilihan Marisa, menghibur ketika Marisa merasa “patah hati” karena kesalahannya dalam memilih jalan hidup, melembutkan hati Marisa yang (mungkin sekali) ngeyel, dan akan menopang ketika Marisa harus terus melanjutkan kehidupannya.

Saya bertekad tahun ini akan menjadi tahun yang monumental dalam kehidupan saya. Saya tidak mau tahun ini berlalu begitu saja dan bertekad untuk mengisinya dengan hal-hal yang luar biasa. Ummm… sebenarnya saya sudah merencanakan beberapa hal sih. Tapi itu akan kita bahas di lain waktu. Hehehe… 

Yah, kembali lagi, hal-hal luar biasa pasti tidak akan terjadi dengan mudah. Semoga Tuhan menolong saya.

 

Have a good day!!!

 

The (almost) birthday girl,

Marisa

Monday, March 11, 2013

Bored Yet Tired…

Saya mulai merasa bosan dengan kehidupan saya selama ini. Rasanya, melakukan hal yang sama berulang-ulang setiap harinya, mulai terasa memuakkan buat saya. Setiap hari saya bangun pagi, berangkat ke kampus, pergi sebentar sampai sore atau langsung pulang, lalu melakukan sedikit hal di rumah, kemudian tidur. Besoknya? Ya sama..itu lagi yang saya kerjakan. Begitu terus… berulang-ulang…. Di akhir minggu? Ya mungkin akan berubah sedikit urutan kegiatannya karena dikurangi “berangkat ke kampus”. Tapi sama saja, hal-hal itu-itu saja yang saya lakukan di akhir minggu.

Apalagi, saya juga merasa bosan dengan diri saya sendiri. Hhmmm… Mungkin bukan “bosan” ya, lebih tepatnya saya merasa  “lelah”. Saya mulai merasa kelelahan dengan segala hal yang ada di sekitar saya, hal-hal yang selama ini membebani pikiran saya. Saya sadar sih, hal ini juga disebabkan oleh sifat saya yang memang terlalu banyak berpikir. Maka itu, saya mulai merasa kelelahan. Rasanya kalau bisa, saya mau banget me-restart kehidupan saya…sehingga semuanya mulai dari awal dengan baik. Tapi saya tahu itu tidak bisa. Saya mulai merasa lelah dengan apa yang sudah saya lakukan selama ini, baik itu dalam rangka mengejar sesuatu atau untuk mempertahankan sesuatu. Lagipula, setalah saya pikir-pikir, masalah yang “membebani” saya setahun kemarin dan yang ada saat ini…..sama-sama saja. Mungkin hanya situasi saya saja yang sedikit berbeda. Tapi ya masalahnya masih itu-itu saja. Hahaha..pantas saja saya mulai merasa kelelahan.

Rasanya…..saya ingin berhenti saja dari semua ini… Saya ingin sekali mengambil sebuah liburan panjang, atau pindah ke suatu tempat yang jauh untuk beberapa lama. Mulai dengan situasi yang baru dan orang-orang yang baru. Tapi… saya rasa belum waktunya untuk sekarang. Lalu kapan? Saya juga tidak tahu. Saya juga tidak tahu apakah saya sanggup untuk meninggalkan kehidupan saya yang (sebenarnya) sudah tertata dengan sangat baik saat ini.

Aaaaahhh… rasanya saya mau untuk melakukan apa saja untuk menghilangkan kebosanan saya saat ini…

 

Sangat bosan,

Marisa