For from Him and through Him and to Him are all things. To Him be the glory forever! Amen. -Romans 11:33-

Sunday, June 24, 2012

You Can’t Lose What You Never Had…

Gw cuma sedang berpikir dengan randomnya..

Apa sih sebenernya yang dimaksud dengan kehilangan??

Kalo menurut KBBI, hilang itu sendiri berarti:v 1. tidak ada lagi; lenyap; tidak kelihatan; 2 tidak ada lagi perasaan (spt marah, jengkel, suka, duka), kepercayaan, pertimbangan, dsb; 3 tidak dikenang lagi; tidak diingat lagi; lenyap; 4 tidak ada, tidak kedengaran lagi (tt suara, bunyi, dsb; 5 meninggal. Sedangkan, kehilangan itu artinya: 1 n hal hilangnya sesuatu; kematian; 2 v menderita sesuatu krn hilang.

Jadi, kalo mau disebut kehilangan itu, apa harus bener-bener ga bisa diliat lagi? Dalam arti, panca indera lo udah ga bisa meng-indera si “sesuatu” itu lagi? Jadi kalau mau bilang “sesuatu” hilang, “sesuatu” itu harus sudah jadi milik kita ya? Kalo masih bisa di-indera, tapi sudah bukan milik lo lagi, atau  sudah tidak dalam keadaan yang sama dengan yang dulu lagi, bisa gak dibilang itu “hilang” juga?

Post gw sebelumnya, isinya cuma qoutes dari Grey’s Anatomy.

There is a reason I said I'd be happy alone. It wasn’t because I thought I would be happy alone. It was because I thought if I loved someone and then it fell apart, I might not make it. It's easier to be alone. Because what if you learn that you need love and then you don't have it? What if you like it and lean on it? What if you shape your life around it and then it falls apart? Can you even survive that kind of pain? Losing love is like organ damage. It's like dying. The only difference is, death ends. This? It could go on forever . . . (Meredith) – Grey’s Anatomy - Unaccompanied Minor.

Gw ngepost itu bukan dengan maksud gw mau selamanya sendirian lho.. hahaha.. Tapi, ada bagian yang membuat gw setuju… Menurut gw, relationships are so freaking complicated.. Any kind of it. Bukan cuma hubungan antara wanita dan pria, tapi termasuk juga hubungan antara anak-orang tua, sesama rekan kerja, temen, atau sebuah kelompok persahabatan.

Kenapa sih bisa ada ke-complicated-an itu? Yah, kalo menurut gw, karena lo mengharapkan “sesuatu” dari hubungan yang lo bangun dengan “rekan” lo itu, atau bahkan lo menggantungkan hidup lo pada hubungan itu. Ketika hubungan itu tidak berjalan seperti apa yang lo harapkan, atau respon si “rekan” tidak sesuai dengan yang lo harapkan, akan timbul rasa kecewa. Eh tapi “mengharapkan sesuatu” itu bukan berarti “pamrih” lho ya… At least, lo mengharapkan si “rekan” lo akan memberi respon yang baik juga terhadap itikad baik lo… Tapi, ketika lo merasa responnya tidak sesuai, kecewa gak sih? Misalnya, ketika lo bertanya pada seorang teman “apa kabar?”, tp si teman malah bilang “lo siapa? sok care banget” Kesel gak? Kesel dong… hahaha…  Semakin besar lo berharap pada hubungan itu, maka akan semakin besar juga nantinya rasa kecewa yang akan lo alami. Itu berbanding lurus.

Nah,yang membuat tambah complicated lagi adalah ketidakmampuan kita untuk menyampaikan rasa “kecewa” itu kepada si rekan. Kenapa? Karena gak enak mungkin, atau gak tau gimana harus nyampeinnya, atau udah disampein, tapi si rekan ini gak ngerti-ngerti juga. Kalo disampein sih sebenernya, bisa lah masalahnya diselesaikan dengan musyawarah dan mufakat hehehe… Yah, memang sih, ada aja masalah yang gak segampang itu untuk diselesaikan. Tapi, dengan itikad dan usaha yang baik (dan keras) dari kedua pihak, gw rasa bisa lah ya…(seharusnya) hohoho…

Jadi, kalo sudah merasa kecewa, apalagi kalo kecewanya sudah berkali-kali, biasanya sih kalo gw, gw akan males untuk melakukan lagi hal yang gw tau akan membuat gw merasa kecewa (lagi). Kenapa? Ya karena gak enaknya rasa kecewa itu. Ada gak sih  orang yang mau megang panci yang lagi ditaro di atas kompor setelah tangannya pernah melepuh gara-gara itu? Yaaa..selain lagi latihan debus atau saraf sensorisnya udah putus semua, gw rasa semua orang normal akan gak suka dengan “ketidaknyamanan”. Orang tersebut secara refleks  akan langsung menarik tangannya dari si panci panas. Artinya? Orang suka dengan sesuatu yang nyaman dan akan menghindari sesuatu yang tidak nyaman itu.

So, jalan keluarnya? Bagaimana bisa terhindar dari kekecewaan? Kalo disimpulin, menurut gw ada 2 jalan keluarnya…

  1. Jangan terlalu berharap dari relationship yang lo bangun, atau
  2. Jangan punya relationship sekalian… 

It’s better and much easier to be alone, right? Hahahaha….

Apalagi kalo hal-hal begini terjadi dalam hal hubungan antara pria dan wanita yang kita sebut sebagai hubungan “asmara”. Efeknya?? Gak usah ditanya… 

…Because what if you learn that you need love and then you don't have it? What if you like it and lean on it? What if you shape your life around it and then it falls apart?…

Akan jadi lebih lucu lagi kalo ternyata yang berharap cuma elo doang… Berharap pada sesuatu yang tidak pasti, yang belum ada dalam genggaman; sudah menumpuk mimpi-mimpi dan angan-angan indah dengan orang yang bahkan gak tau kalo lo berharap sama dia. Ketika ternyata tidak ada respon yang baik dan harapannya hancur, kebayang gak sih kecewanya gimana? Mungkin lo sudah melakukan berbagai tindakan preventif ya untuk menghindari kekecewaan itu. Lo sudah membangun tembok bahkan membentengi diri lo dengan berbagai macam teori dan logika. Berharap dengan logika itu lo akan bisa memilih, apakah gw akan melanjutkan berharap atau tidak. Berharap dengan logika ini, lo bisa terhindar dari rasa kecewa karena terlalu banyak berharap atau rasa menyesal karena menyerah sebelum waktunya. Semua dipertimbangkan dengan logika. Tapi… kadang-kadang hati sama otak itu gak sinkron. Lo takut untuk “getting burned” tapi lo tetep mau mencoba. Elo takut, kalo lo gak nyoba, lo akan menyesal di kemudian hari. Ada aja suara di balik akal sehat lo yang selalu berbisik “Coba dulu  aja lah, siapa tau bisa…”, meskipun elo ketakutan setengah mati untuk merasa kecewa karena gagal pada akhirnya.  Masalahnya, ketika lo tidak bisa mempertahankan logika lo berjalan dengan semestinya dan memutuskan untuk melanjutkan harapan, itu adalah point of no return. Lo akan mulai untuk melakukan segala macam cara untuk mewujudkan harapan lo. Apapun itu. Semua yang bisa dilakukan untuk mendapatkan harapan lo akan dilakukan, dan sepertinya semuanya punya kesempatan yang sama untuk berhasil. Tapi nanti, di suatu saat, ada aja suatu titik dimana lo akan berhenti berjuang dan menyerah. Atau….lo terpaksa untuk berhenti dan menyerah. Entah karena lo sudah merasa capek; entah lo tetiba sadar bahwa lo akan kecewa; atau ketika lo harus mundur untuk sebuah alasan yang jauh lebih “mulia” daripada sebuah cinta-cinta- an, apakah itu atas nama persahabatan atau “gak mau merusak hubungan yang baik seperti sekarang” atau demi kepentingan orang banyak yang kepentingannya jauh di atas kepentingan lo. Sayangnya, ketika saat itu lo mau kembali ke titik awal (dimana tadinya lo masih bisa memilih), lo sudah “tercebur” terlalu jauh dan terlalu dalam untuk bisa balik lagi. 

Nah, kalo ada pertanyaan “Bisa balik lagi gak sih?” Ya harusnya sih jawabanya “Bisa”” ya. Tapi… itu artinya, lo harus melakukan segenap usaha untuk mengembalikan (lagi) logika lo, membangun kembali tembok-tembok yang sudah runtuh karena keputusan lo, menata kembali akal sehat lo, bahkan sampai mendoktrin diri lo sendiri kalo lo harus kembali “normal” tanpa adanya harapan-harapan bodoh itu. Dan biasanya, membangun itu lebih susah daripada meruntuhkan. Liat aja metabolisme. Anabolisme itu membutuhkan energi yang lebih besar daripada katabolisme. Membangun kembali logika sambil berusaha untuk gak melanjutkan harapan itu 2x lipat susahnya daripada mundur dari awal.

Ketika yang berharap cuma lo doang, dan tidak ada respon yang sesuai, maka kemudian lo akan merasa kecewa. Ketika lo tidak berhasil mendapatkan apa yang lo harapkan, lo akan kecewa dan akhirnya lo akan merasa kehilangan. Apa yang hilang? Ya si “keinginan” lo itu. Sesuatu yang lo inginkan, sudah lo usahakan, tapi pada akhirnya tidak didapatkan; rasanya pasti kehilangan.

….Can you even survive that kind of pain?… 

Tapi, kalo dipikir lagi, sebenernya boleh gak sih kalo merasa kehilangan? To be honest, lo kan gak kehilangan apa-apa? Dari awalnya, orang itu memang bukan punya lo. Jadi kalo pada akhirnya lo tidak mendapatkan orang yang menjadi harapan lo, ya keadaannya akan tetap sama kan? Lo tidak kehilangan apa-apa karena memang lo tidak pernah punya apa-apa.

Gampang ya diomonginnya..hahaha.. Tapi sekali lagi, hati dan otak itu seringkali gak sinkron. Biasanya kita akan terus bertahan dengan kengototan kita bahkan ngeyel kalo kita sudah kehilangan sesuatu, padahal kita tau kalo itu gak bener. Akhirnya? Kita yang menderita karena merasa kehilangan. Kita aja. Dia? Hahaha… Mana dia tau.. Dia aja gak tau kalo kita berharap sama dia. hahahaha….

…Losing love is like organ damage. It's like dying. The only difference is, death ends. This? It could go on forever . . .

Jadi, harus gimana dong?

Umm…yaahh… Kalo menurut hemat gw sih, harus mulai belajar ikhlas ya. Hahahaha… Ikhlas untuk nerima kalo harapan lo itu gak tercapai atau… belum tercapai. Bukan karena lo kurang berusaha, tapi pada akhirnya kita harus sadar dan berusaha menerima serta percaya kalo Tuhan akan memberi yang lebih baik, dan pastinya adalah yang terbaik. Yang lo inginkan sekarang, yang lo pikir dengan logika lo adalah yang paling baik untuk lo, belum tentu adalah yang terbaik kan? Siapa sih yang tau apa yang jadi rencana Tuhan untuk masing-masing orang?

Gw tau lah gimana susahnya belajar untuk “ikhlas” itu. Rasanya seperti mengiris-iris hati sendiri. Ketika lo gak suka dengan suatu keadaan, tapi lo sadar lo gak bisa marah dan harus ikhlas, lo cuma bisa diem dan berharap kekesalan dan emosi lo akan hilang dengan seiring waktu. Beda tipis sih ya antara “nerima keadaan” dengan “denial”. Apapun itu, pada akhirnya lo akhirnya gak akan peduli lagi. Lo cuma berharap lo bisa melalui keadaan itu dengan kepala tetap dingin dan attitude tetap baik.  Ketika emosi yang sudah lo pendam itu bertumpuk dan memuncak, lo juga gak bisa marah ke siapa-siapa. Kenapa? Karena lo sebenarnya sudah tau risikonya, tapi lo sendiri yang menceburkan diri lo ke dalam “masalah” itu. Ketika akhirnya si “risiko” itu dateng, yaaa…. terima aja lah ya. Hahahaha…

Hmm… mungkin dengan percaya aja bahwa setiap kejadian, setiap hubungan tidak akan ada yang sia-sia, akan membantu banget ya. Ketika lo gagal dengan yang ini, pengalaman ini akan mempersiapkan lo untuk yang berikutnya. Harapannya, lo sudah akan bener-bener siap ketika yang tepat itu datang….. Kalo katanya seorang temen gw: “Kalo emang Tuhan ijinkan, pasti akan dibukakan jalannya kok.” Nah, jadi? Sekarang kita tinggal ikhlas aja kan? Dan menyerahkan masalah yang sebetulnya-tidak-terlalu-ekstravaganza-tapi-suka-dilebih—lebihkan ini kepada Tuhan. Kalau kita sudah bisa ikhlas, gw yakin kalo itu yang namanya move on. Ikhlas kalo yang sudah lewat itu memang bukan untuk kita, dan kita belajar dari yang kemarin untuk menjadi lebih baik dan mendapatkan yang lebih baik. Kalo ada seseorang bilang dia sudah move on tapi tetep blom bisa ikhlas, gw rasa itu namanya denial

Etapi, kalo ternyata kita udah nyerah trus orang itu baru sadar kalo dia ngelewatin hal yang baik gimana? Yaaaa…itu sih deritanya dia… hahahaha…

Nb: Ini bukan tulisan ilmiah lho ya… Just my random thought…hahahaha…

Tuesday, June 19, 2012

Unaccompanied Minor…

There is a reason I said I'd be happy alone. It wasn’t because I thought I would be happy alone. It was because I thought if I loved someone and then it fell apart, I might not make it. It's easier to be alone. Because what if you learn that you need love and then you don't have it? What if you like it and lean on it? What if you shape your life around it and then it falls apart? Can you even survive that kind of pain? Losing love is like organ damage. It's like dying. The only difference is, death ends. This? It could go on forever . . . (Meredith) – Grey’s Anatomy - Unaccompanied Minor.
 
Any comment?

Wednesday, June 6, 2012

My First….

Ulalalalala….. setelah digebrak-gebrak sama Alys buat nge-update blog, baru deh gw (bener-bener) tergerak untuk nulis2 lagi. Sebenernya sih udah dari kapan2 tau mau nulis2, tapi apa daya, kasur dan bantal lebih menarik perhatian daripada nulis..fufufufufu…
Waktu lagi mikir-mikir mau nulis apa, tetiba gw jadi keinget dengan kegemaran gw akhir2 ini untuk mendokumentasikan apa aja yg menurut gw menarik, dari makanan sampe orang2 yang gw temein di jalan atau angkot, jadinya adalah beberapa foto2 di BB gw.. Umm.. kayaknya lucu juga ya kalo gw pindahin (beberapa) fotonya ke sini....Trus, beberapa waktu belakangan ini gw juga mencoba untuk melakukan hal-hal baru.. Udah pengen dari dulu2 juga sih, tapi kayaknya baru ada kesempatannya sekarang-sekarang ini aja. Tapi jangan membayangkan hal-hal yang “spektakuler” atau “ekstravaganza” lho ya.. hahaha.. Cuma hal-hal kecil aja, tapi asik…^_____^

Okeeee…here we go..


My First CUPCAKE…
Ini sih sebenernya agak fail ya..haha Jadi, waktu itu pernah ada acara semacam training untuk menghias cupcake di kampus. Karena itu diadakan hari kamis, dan kebetulan Pedo lagi kosong karena ada seminar di Bali, jadilah gw bersama Alys-Beka mendaftar ke training itu. Di sana gw bener2 terpesona sama peralatan buat bikin kue hahaha… Kayaknya cewek banget gitu ya kalo bisa bikin kue..dan gw jaraaaanngg banget megang2 peralatan2 kayak gitu. Agak falimiar sih ya benda2nya.. Kayak “spatula” –> hampir sama kayak spatula buat ngaduk alginat..hihi.. Trus, “plastik segitiga” buat naro butter cream –> ampir sama lah kayak plastik2 es transparan, cuma bentuknya udah customized buat hias2 pake butter cream. Berbagai macam “spuit” –> denger namanya aja gw udah langsung keinget mandibular block..hahaha… Pengen langsung nyuntik rasanya. Yah, dan ada beberapa peralatan dan bahan lain, kayak: pewarna (iyuuhh.. itu bahan kimia banget), perasa (aakkhh…rasa2 palsu…), fondant (nah ini yg paling oke..kayak clay, bisa bentuk2..hohoho), dan kawan2nya..
Singkat cerita, gw menghias 2 cupcake dengan hasil…….*errrrggghhh…fail bangeeettt*
IMG-20120524-00008Yang kiri dihias pake butter cream hijau-putih (sok cinta FKG) plus taburan gula2 plus hiasan hati. Maksudnya sih biar agak manis tampilannya hahaha.. Yang kanan? jangan tanya deh... Pas udah jadi, gw merasa kayak lagi bikin foto cewek Hawaii. Nooooo….!!! *tutup muka*
Nah, selain training menghias, kita juga dikasih resep cupcake nya. Daaannn…biasalah… dengan impulsifnya gw langsung bikin cupcake menurut si resep hari Jumat malemnya. Tadinya sih maunya Sabtu pagi aja biar agak santai ngerjainnya. Etapi karena ada acara mendadak, yaudah jadilah gw bikin hari jumat malem. Setelah menyusuri sebuah jalan di  Harmoni (yang bahkan gw ga tau kalo di situ ada toko bahan2 kue, baru tau dari Anna), gw beli bahan-bahannya dan bikin (kayaknya) sesuai resep.

IMG-20120525-00013
Hasilnya???

IMG-20120525-00016

Gw merasa seperti ada gempa bumi pas manggang kuenyaaaaa… *Kenapa jadi gak rata begituuuuu????* *tutup muka* *malu*
Etapi pas dicobain lumayan lho… Lumayan seret maksudnya. hahaha.. Entah bagian mananya yg salah, tapi katanya agak kemanisan (berarti kebanyakan gula pasir) dan pas dimakan agak seret (nah, gak ngerti deh gw kalo yang ini..). Ya tapi..lumayan lah buat pertama kali. At least, waktu besoknya temen2 yg gw kasih nyobain si cupcake, gak ada kejadian mereka mules2 atau harus sampe dibawa ke IGD et causa makan cupcake gw..hahahaha…. Mereka bilang sih enak ya.. Gak tau deh karena tatapan galak gw *jangan2 mereka makan di bawah tekanan..haha* atau kasian karena gw udah bikin..hihihihi…

My First JACK DANIEL’S
Ini agak berlebihan sih… mungkin harusnya “My First Sip of Jack Daniel's”.. soalnya gw bener2 cuma nyeruput dikit… eh enak, gw seruput lagi deh.. Hahaha.. *ngambil kesempatan*. Etapi bener lho, itu baru pertama kalinya gw nyobain minuman beralkohol gitu, dan itu juga siang2… Rasanya?? Ehh..anget2 aneh gitu ya. Yaaa kayak makan coklat yg isinya rum aja. Jadi, sebenernya si minuman ini adalah minuman untuk wedding toast di nikahan temennya kakak gw, yang cuma gw cobain seiprit. Itupun minuman kakak gw sebenernya (soalnya pas lg wedding toast, gw harus duduk manis di luar ngejagain buku tamu+kotak angpao T_______T)
IMG-20120519-00238

My First….*random*
Ada juga beberapa kejadian “pertama kali” gw yang lain. Seperti contohnya, beli baju untuk cowok.. Errr.. ini amat sangat membingungkan sih ya.. Bener2 bukan “wilayah kerja” gw banget. Ini kejadian 2x sih. Untungnya, beli baju kedua itu gw ditemenin sama seorang teman yang cukup mengenal ukuran dan selera si orang yang mau dibeliin baju ini. Yang pertama? Sumpah clueless… Dan waktu itu gw baru sadar kalo selama ini gw gak pernah nemenin nyokap kalo lagi beliin baju buat bokap. Biasanya gw tinggalin nyokap muter2 sendirian, sementara gw liat2 make up atau sepatu. hehehe… Bahkan, tadinyaaaa gw mau beliin barangnya yang useless banget. Untungnya gw disadarkan dan “dikembalikan” ke jalan yang benar oleh seorang teman.. hahahaha.. Ya paling gak, kejadian ini membuat gw sadar, harus lebih banyak belajar ya...hahahaha...
Trus, ini juga pertama kali gw make “Easy Worship” untuk bikin multimedia lagu2. FYI, Easy Worship ini adalah software yang dipake buat bikin slide multimedia lagu2 di gereja gitu deh..(bener gak tuh ya penjelasannya? tau deh..) Parahnya, ini multimedia untuk “Royal Wedding”. Mateeekkk banget gak tuh gw? Ini bener2 first trial… dan buat nikahan orang?? Aiihhh….tambah deg-deg-an lah gw. Tahap pertama sih masih enak ya, masuk2in lagu, kata2 pendeta, dll dsb. Mulai mau masukin background, gw mulai bertanya2 “Jadi, dalam satu lagu cuma bisa satu background? Gak bisa beda2 gitu?” Dan gw mulai panik..!!! Kenapa panik? Karena, menurut gw yang ‘agak’ perfeksionis ini, backgorund itu harus sesuai sama kata2nya..biar nyambung. Lah? kalo ga bisa ganti2, trus jadi gak nyambung, aneh doonnggg??? Selain itu, gw harus memilah dan memilih dan menentukan background yang sesuai sama kata2nya dong ya. Ternyata eh ternyata, background itu tersebar dalam 11 DVD… (yak…SEBELAS!!!).. yang berisi ratusan backgroud dengan berbagai tema tiap DVD nya. MAMAM!!! Makin panik lah gw… Dan berkat ke-‘agak’-perfeksionis-an gw juga, akhirnya gw liatin deh tuh backgorund satu2… Hasilnya? Sefolder background calon plus kepala agak pusing karena kebanyakan ngeliat layar komputer. hahahahaha… Trus, dengan bantuan sana-sini, BBM orang sana-sini, akhirnya selesai juga multimedianya..*di detik2 terakhir, tentu saja*  Yaaaa..lumayan lah..gak jelek2 amat.  Gw sih cuma berdoa, semoga pengantin sama jemaatnya agak ‘terhibur’ dengan pilihan background gw yang agak random. hahahaha…