For from Him and through Him and to Him are all things. To Him be the glory forever! Amen. -Romans 11:33-

Friday, November 30, 2012

Long lost…friend…

Akhirnya, setelah bertahun-tahun gak denger kabarnya…bahkan gak pernah denger namanya disebut lagi,,, tadi pagi gw dapet kabar kalo ternyata orang itu masih ada. Ternyata dia masih bener-bener ada. Hahahaha… Bukannya gw doain ada apa-apa sama dia sih. Cuma, kalo di flash back, kok kadang-kadang gw gak yakin ya kalo si oknum itu beneran ada. Apalagi kan kejadiannya udah 10 taun-an yang lalu tuh ya… jadi memori nya udah agak-agak luntur sedikit hahaha… Tapi hari ini, gw jadi tau dia beneran ada, dan masih (semoga) sehat walafiat sampe searang.

Nah, setelah seharian kepikiran, menimbang-nimbang, dan kemudian jadi kepo beneran, akhirnya gw buka-buka foto-foto di FB nya. Dari liat-liat timelinenya ini, barulah gw tau kaloooo… dia udah punya anak sekarang. Hahahahahahahaahahaha…. Somehow, gw seneng sih. Akhirnya dia dapet apa yang udah dia tunggu-tunggu sejak lama. I know it. Seorang cowok, Batak pula, apa lagi sih yang ditunggu daripada anak cowok? Dan kalo gw itung-itung, dia nunggu udah bertahun-tahun… Jadi, ya baguslah kalo apa yang ditunggu-tunggu itu datang juga. hahaha…

Nah, gawatnya adalah, karena denger kabar ini, gw jadi gateeeeelllll banget mau hubungin dia. Niatnya sih mau ngasih selamat atau semacamnya ya. Tapi…..ummm…. udah bertahun-tahun lho gw gak hubungin dia. Terakhir, waktu ada event dia lulus sesuatu gitu. Itu aja…..lamaaa bgt baru gw mutusin untuk ngehubugin dia. hahahahaha…. Trus gw harus bilang apa? Bingung banget deh. Takut awkward ya…

hahahahahahahahahahahahahahahahahaha….

 

*terlalu banyak ketawa et causa bingung*

 

Dengan bingung,

Marisa

Friday, November 23, 2012

Unfinished Song….

Saat ku tenggelam dalam sendu
Waktupun enggan untuk berlalu
Ku berjanji tuk menutup pintu hatiku
Entah untuk siapapun itu….

Hehehehe… akhir-akhir ini suka banget denger lagu Lebih Indah-nya Adera ini. Ummm… tapi, gw rasa, gw baru bisa nyanyi sampe bagian ini aja… blom bisa ngelanjutin ke bagian selanjutnya. “Belom”, bukan “gak akan”. 

Lagi sendu? Iya. Kapan sih gw gak sendu? hahahaha… Kayaknya sih “galau” udah jadi trademark gw. Yah, gw harap sih gegalauan gw gak sampe ngeganggu orang ya. hahahaha….

Tapi… someday, gw berharap banget bisa nyanyiin lagu ini sampe selesai.. entah untuk siapa pun itu… mwihihihihihi….

 

Sambil terus dengerin lagu,

Marisa

Sunday, June 24, 2012

You Can’t Lose What You Never Had…

Gw cuma sedang berpikir dengan randomnya..

Apa sih sebenernya yang dimaksud dengan kehilangan??

Kalo menurut KBBI, hilang itu sendiri berarti:v 1. tidak ada lagi; lenyap; tidak kelihatan; 2 tidak ada lagi perasaan (spt marah, jengkel, suka, duka), kepercayaan, pertimbangan, dsb; 3 tidak dikenang lagi; tidak diingat lagi; lenyap; 4 tidak ada, tidak kedengaran lagi (tt suara, bunyi, dsb; 5 meninggal. Sedangkan, kehilangan itu artinya: 1 n hal hilangnya sesuatu; kematian; 2 v menderita sesuatu krn hilang.

Jadi, kalo mau disebut kehilangan itu, apa harus bener-bener ga bisa diliat lagi? Dalam arti, panca indera lo udah ga bisa meng-indera si “sesuatu” itu lagi? Jadi kalau mau bilang “sesuatu” hilang, “sesuatu” itu harus sudah jadi milik kita ya? Kalo masih bisa di-indera, tapi sudah bukan milik lo lagi, atau  sudah tidak dalam keadaan yang sama dengan yang dulu lagi, bisa gak dibilang itu “hilang” juga?

Post gw sebelumnya, isinya cuma qoutes dari Grey’s Anatomy.

There is a reason I said I'd be happy alone. It wasn’t because I thought I would be happy alone. It was because I thought if I loved someone and then it fell apart, I might not make it. It's easier to be alone. Because what if you learn that you need love and then you don't have it? What if you like it and lean on it? What if you shape your life around it and then it falls apart? Can you even survive that kind of pain? Losing love is like organ damage. It's like dying. The only difference is, death ends. This? It could go on forever . . . (Meredith) – Grey’s Anatomy - Unaccompanied Minor.

Gw ngepost itu bukan dengan maksud gw mau selamanya sendirian lho.. hahaha.. Tapi, ada bagian yang membuat gw setuju… Menurut gw, relationships are so freaking complicated.. Any kind of it. Bukan cuma hubungan antara wanita dan pria, tapi termasuk juga hubungan antara anak-orang tua, sesama rekan kerja, temen, atau sebuah kelompok persahabatan.

Kenapa sih bisa ada ke-complicated-an itu? Yah, kalo menurut gw, karena lo mengharapkan “sesuatu” dari hubungan yang lo bangun dengan “rekan” lo itu, atau bahkan lo menggantungkan hidup lo pada hubungan itu. Ketika hubungan itu tidak berjalan seperti apa yang lo harapkan, atau respon si “rekan” tidak sesuai dengan yang lo harapkan, akan timbul rasa kecewa. Eh tapi “mengharapkan sesuatu” itu bukan berarti “pamrih” lho ya… At least, lo mengharapkan si “rekan” lo akan memberi respon yang baik juga terhadap itikad baik lo… Tapi, ketika lo merasa responnya tidak sesuai, kecewa gak sih? Misalnya, ketika lo bertanya pada seorang teman “apa kabar?”, tp si teman malah bilang “lo siapa? sok care banget” Kesel gak? Kesel dong… hahaha…  Semakin besar lo berharap pada hubungan itu, maka akan semakin besar juga nantinya rasa kecewa yang akan lo alami. Itu berbanding lurus.

Nah,yang membuat tambah complicated lagi adalah ketidakmampuan kita untuk menyampaikan rasa “kecewa” itu kepada si rekan. Kenapa? Karena gak enak mungkin, atau gak tau gimana harus nyampeinnya, atau udah disampein, tapi si rekan ini gak ngerti-ngerti juga. Kalo disampein sih sebenernya, bisa lah masalahnya diselesaikan dengan musyawarah dan mufakat hehehe… Yah, memang sih, ada aja masalah yang gak segampang itu untuk diselesaikan. Tapi, dengan itikad dan usaha yang baik (dan keras) dari kedua pihak, gw rasa bisa lah ya…(seharusnya) hohoho…

Jadi, kalo sudah merasa kecewa, apalagi kalo kecewanya sudah berkali-kali, biasanya sih kalo gw, gw akan males untuk melakukan lagi hal yang gw tau akan membuat gw merasa kecewa (lagi). Kenapa? Ya karena gak enaknya rasa kecewa itu. Ada gak sih  orang yang mau megang panci yang lagi ditaro di atas kompor setelah tangannya pernah melepuh gara-gara itu? Yaaa..selain lagi latihan debus atau saraf sensorisnya udah putus semua, gw rasa semua orang normal akan gak suka dengan “ketidaknyamanan”. Orang tersebut secara refleks  akan langsung menarik tangannya dari si panci panas. Artinya? Orang suka dengan sesuatu yang nyaman dan akan menghindari sesuatu yang tidak nyaman itu.

So, jalan keluarnya? Bagaimana bisa terhindar dari kekecewaan? Kalo disimpulin, menurut gw ada 2 jalan keluarnya…

  1. Jangan terlalu berharap dari relationship yang lo bangun, atau
  2. Jangan punya relationship sekalian… 

It’s better and much easier to be alone, right? Hahahaha….

Apalagi kalo hal-hal begini terjadi dalam hal hubungan antara pria dan wanita yang kita sebut sebagai hubungan “asmara”. Efeknya?? Gak usah ditanya… 

…Because what if you learn that you need love and then you don't have it? What if you like it and lean on it? What if you shape your life around it and then it falls apart?…

Akan jadi lebih lucu lagi kalo ternyata yang berharap cuma elo doang… Berharap pada sesuatu yang tidak pasti, yang belum ada dalam genggaman; sudah menumpuk mimpi-mimpi dan angan-angan indah dengan orang yang bahkan gak tau kalo lo berharap sama dia. Ketika ternyata tidak ada respon yang baik dan harapannya hancur, kebayang gak sih kecewanya gimana? Mungkin lo sudah melakukan berbagai tindakan preventif ya untuk menghindari kekecewaan itu. Lo sudah membangun tembok bahkan membentengi diri lo dengan berbagai macam teori dan logika. Berharap dengan logika itu lo akan bisa memilih, apakah gw akan melanjutkan berharap atau tidak. Berharap dengan logika ini, lo bisa terhindar dari rasa kecewa karena terlalu banyak berharap atau rasa menyesal karena menyerah sebelum waktunya. Semua dipertimbangkan dengan logika. Tapi… kadang-kadang hati sama otak itu gak sinkron. Lo takut untuk “getting burned” tapi lo tetep mau mencoba. Elo takut, kalo lo gak nyoba, lo akan menyesal di kemudian hari. Ada aja suara di balik akal sehat lo yang selalu berbisik “Coba dulu  aja lah, siapa tau bisa…”, meskipun elo ketakutan setengah mati untuk merasa kecewa karena gagal pada akhirnya.  Masalahnya, ketika lo tidak bisa mempertahankan logika lo berjalan dengan semestinya dan memutuskan untuk melanjutkan harapan, itu adalah point of no return. Lo akan mulai untuk melakukan segala macam cara untuk mewujudkan harapan lo. Apapun itu. Semua yang bisa dilakukan untuk mendapatkan harapan lo akan dilakukan, dan sepertinya semuanya punya kesempatan yang sama untuk berhasil. Tapi nanti, di suatu saat, ada aja suatu titik dimana lo akan berhenti berjuang dan menyerah. Atau….lo terpaksa untuk berhenti dan menyerah. Entah karena lo sudah merasa capek; entah lo tetiba sadar bahwa lo akan kecewa; atau ketika lo harus mundur untuk sebuah alasan yang jauh lebih “mulia” daripada sebuah cinta-cinta- an, apakah itu atas nama persahabatan atau “gak mau merusak hubungan yang baik seperti sekarang” atau demi kepentingan orang banyak yang kepentingannya jauh di atas kepentingan lo. Sayangnya, ketika saat itu lo mau kembali ke titik awal (dimana tadinya lo masih bisa memilih), lo sudah “tercebur” terlalu jauh dan terlalu dalam untuk bisa balik lagi. 

Nah, kalo ada pertanyaan “Bisa balik lagi gak sih?” Ya harusnya sih jawabanya “Bisa”” ya. Tapi… itu artinya, lo harus melakukan segenap usaha untuk mengembalikan (lagi) logika lo, membangun kembali tembok-tembok yang sudah runtuh karena keputusan lo, menata kembali akal sehat lo, bahkan sampai mendoktrin diri lo sendiri kalo lo harus kembali “normal” tanpa adanya harapan-harapan bodoh itu. Dan biasanya, membangun itu lebih susah daripada meruntuhkan. Liat aja metabolisme. Anabolisme itu membutuhkan energi yang lebih besar daripada katabolisme. Membangun kembali logika sambil berusaha untuk gak melanjutkan harapan itu 2x lipat susahnya daripada mundur dari awal.

Ketika yang berharap cuma lo doang, dan tidak ada respon yang sesuai, maka kemudian lo akan merasa kecewa. Ketika lo tidak berhasil mendapatkan apa yang lo harapkan, lo akan kecewa dan akhirnya lo akan merasa kehilangan. Apa yang hilang? Ya si “keinginan” lo itu. Sesuatu yang lo inginkan, sudah lo usahakan, tapi pada akhirnya tidak didapatkan; rasanya pasti kehilangan.

….Can you even survive that kind of pain?… 

Tapi, kalo dipikir lagi, sebenernya boleh gak sih kalo merasa kehilangan? To be honest, lo kan gak kehilangan apa-apa? Dari awalnya, orang itu memang bukan punya lo. Jadi kalo pada akhirnya lo tidak mendapatkan orang yang menjadi harapan lo, ya keadaannya akan tetap sama kan? Lo tidak kehilangan apa-apa karena memang lo tidak pernah punya apa-apa.

Gampang ya diomonginnya..hahaha.. Tapi sekali lagi, hati dan otak itu seringkali gak sinkron. Biasanya kita akan terus bertahan dengan kengototan kita bahkan ngeyel kalo kita sudah kehilangan sesuatu, padahal kita tau kalo itu gak bener. Akhirnya? Kita yang menderita karena merasa kehilangan. Kita aja. Dia? Hahaha… Mana dia tau.. Dia aja gak tau kalo kita berharap sama dia. hahahaha….

…Losing love is like organ damage. It's like dying. The only difference is, death ends. This? It could go on forever . . .

Jadi, harus gimana dong?

Umm…yaahh… Kalo menurut hemat gw sih, harus mulai belajar ikhlas ya. Hahahaha… Ikhlas untuk nerima kalo harapan lo itu gak tercapai atau… belum tercapai. Bukan karena lo kurang berusaha, tapi pada akhirnya kita harus sadar dan berusaha menerima serta percaya kalo Tuhan akan memberi yang lebih baik, dan pastinya adalah yang terbaik. Yang lo inginkan sekarang, yang lo pikir dengan logika lo adalah yang paling baik untuk lo, belum tentu adalah yang terbaik kan? Siapa sih yang tau apa yang jadi rencana Tuhan untuk masing-masing orang?

Gw tau lah gimana susahnya belajar untuk “ikhlas” itu. Rasanya seperti mengiris-iris hati sendiri. Ketika lo gak suka dengan suatu keadaan, tapi lo sadar lo gak bisa marah dan harus ikhlas, lo cuma bisa diem dan berharap kekesalan dan emosi lo akan hilang dengan seiring waktu. Beda tipis sih ya antara “nerima keadaan” dengan “denial”. Apapun itu, pada akhirnya lo akhirnya gak akan peduli lagi. Lo cuma berharap lo bisa melalui keadaan itu dengan kepala tetap dingin dan attitude tetap baik.  Ketika emosi yang sudah lo pendam itu bertumpuk dan memuncak, lo juga gak bisa marah ke siapa-siapa. Kenapa? Karena lo sebenarnya sudah tau risikonya, tapi lo sendiri yang menceburkan diri lo ke dalam “masalah” itu. Ketika akhirnya si “risiko” itu dateng, yaaa…. terima aja lah ya. Hahahaha…

Hmm… mungkin dengan percaya aja bahwa setiap kejadian, setiap hubungan tidak akan ada yang sia-sia, akan membantu banget ya. Ketika lo gagal dengan yang ini, pengalaman ini akan mempersiapkan lo untuk yang berikutnya. Harapannya, lo sudah akan bener-bener siap ketika yang tepat itu datang….. Kalo katanya seorang temen gw: “Kalo emang Tuhan ijinkan, pasti akan dibukakan jalannya kok.” Nah, jadi? Sekarang kita tinggal ikhlas aja kan? Dan menyerahkan masalah yang sebetulnya-tidak-terlalu-ekstravaganza-tapi-suka-dilebih—lebihkan ini kepada Tuhan. Kalau kita sudah bisa ikhlas, gw yakin kalo itu yang namanya move on. Ikhlas kalo yang sudah lewat itu memang bukan untuk kita, dan kita belajar dari yang kemarin untuk menjadi lebih baik dan mendapatkan yang lebih baik. Kalo ada seseorang bilang dia sudah move on tapi tetep blom bisa ikhlas, gw rasa itu namanya denial

Etapi, kalo ternyata kita udah nyerah trus orang itu baru sadar kalo dia ngelewatin hal yang baik gimana? Yaaaa…itu sih deritanya dia… hahahaha…

Nb: Ini bukan tulisan ilmiah lho ya… Just my random thought…hahahaha…

Tuesday, June 19, 2012

Unaccompanied Minor…

There is a reason I said I'd be happy alone. It wasn’t because I thought I would be happy alone. It was because I thought if I loved someone and then it fell apart, I might not make it. It's easier to be alone. Because what if you learn that you need love and then you don't have it? What if you like it and lean on it? What if you shape your life around it and then it falls apart? Can you even survive that kind of pain? Losing love is like organ damage. It's like dying. The only difference is, death ends. This? It could go on forever . . . (Meredith) – Grey’s Anatomy - Unaccompanied Minor.
 
Any comment?

Wednesday, June 6, 2012

My First….

Ulalalalala….. setelah digebrak-gebrak sama Alys buat nge-update blog, baru deh gw (bener-bener) tergerak untuk nulis2 lagi. Sebenernya sih udah dari kapan2 tau mau nulis2, tapi apa daya, kasur dan bantal lebih menarik perhatian daripada nulis..fufufufufu…
Waktu lagi mikir-mikir mau nulis apa, tetiba gw jadi keinget dengan kegemaran gw akhir2 ini untuk mendokumentasikan apa aja yg menurut gw menarik, dari makanan sampe orang2 yang gw temein di jalan atau angkot, jadinya adalah beberapa foto2 di BB gw.. Umm.. kayaknya lucu juga ya kalo gw pindahin (beberapa) fotonya ke sini....Trus, beberapa waktu belakangan ini gw juga mencoba untuk melakukan hal-hal baru.. Udah pengen dari dulu2 juga sih, tapi kayaknya baru ada kesempatannya sekarang-sekarang ini aja. Tapi jangan membayangkan hal-hal yang “spektakuler” atau “ekstravaganza” lho ya.. hahaha.. Cuma hal-hal kecil aja, tapi asik…^_____^

Okeeee…here we go..


My First CUPCAKE…
Ini sih sebenernya agak fail ya..haha Jadi, waktu itu pernah ada acara semacam training untuk menghias cupcake di kampus. Karena itu diadakan hari kamis, dan kebetulan Pedo lagi kosong karena ada seminar di Bali, jadilah gw bersama Alys-Beka mendaftar ke training itu. Di sana gw bener2 terpesona sama peralatan buat bikin kue hahaha… Kayaknya cewek banget gitu ya kalo bisa bikin kue..dan gw jaraaaanngg banget megang2 peralatan2 kayak gitu. Agak falimiar sih ya benda2nya.. Kayak “spatula” –> hampir sama kayak spatula buat ngaduk alginat..hihi.. Trus, “plastik segitiga” buat naro butter cream –> ampir sama lah kayak plastik2 es transparan, cuma bentuknya udah customized buat hias2 pake butter cream. Berbagai macam “spuit” –> denger namanya aja gw udah langsung keinget mandibular block..hahaha… Pengen langsung nyuntik rasanya. Yah, dan ada beberapa peralatan dan bahan lain, kayak: pewarna (iyuuhh.. itu bahan kimia banget), perasa (aakkhh…rasa2 palsu…), fondant (nah ini yg paling oke..kayak clay, bisa bentuk2..hohoho), dan kawan2nya..
Singkat cerita, gw menghias 2 cupcake dengan hasil…….*errrrggghhh…fail bangeeettt*
IMG-20120524-00008Yang kiri dihias pake butter cream hijau-putih (sok cinta FKG) plus taburan gula2 plus hiasan hati. Maksudnya sih biar agak manis tampilannya hahaha.. Yang kanan? jangan tanya deh... Pas udah jadi, gw merasa kayak lagi bikin foto cewek Hawaii. Nooooo….!!! *tutup muka*
Nah, selain training menghias, kita juga dikasih resep cupcake nya. Daaannn…biasalah… dengan impulsifnya gw langsung bikin cupcake menurut si resep hari Jumat malemnya. Tadinya sih maunya Sabtu pagi aja biar agak santai ngerjainnya. Etapi karena ada acara mendadak, yaudah jadilah gw bikin hari jumat malem. Setelah menyusuri sebuah jalan di  Harmoni (yang bahkan gw ga tau kalo di situ ada toko bahan2 kue, baru tau dari Anna), gw beli bahan-bahannya dan bikin (kayaknya) sesuai resep.

IMG-20120525-00013
Hasilnya???

IMG-20120525-00016

Gw merasa seperti ada gempa bumi pas manggang kuenyaaaaa… *Kenapa jadi gak rata begituuuuu????* *tutup muka* *malu*
Etapi pas dicobain lumayan lho… Lumayan seret maksudnya. hahaha.. Entah bagian mananya yg salah, tapi katanya agak kemanisan (berarti kebanyakan gula pasir) dan pas dimakan agak seret (nah, gak ngerti deh gw kalo yang ini..). Ya tapi..lumayan lah buat pertama kali. At least, waktu besoknya temen2 yg gw kasih nyobain si cupcake, gak ada kejadian mereka mules2 atau harus sampe dibawa ke IGD et causa makan cupcake gw..hahahaha…. Mereka bilang sih enak ya.. Gak tau deh karena tatapan galak gw *jangan2 mereka makan di bawah tekanan..haha* atau kasian karena gw udah bikin..hihihihi…

My First JACK DANIEL’S
Ini agak berlebihan sih… mungkin harusnya “My First Sip of Jack Daniel's”.. soalnya gw bener2 cuma nyeruput dikit… eh enak, gw seruput lagi deh.. Hahaha.. *ngambil kesempatan*. Etapi bener lho, itu baru pertama kalinya gw nyobain minuman beralkohol gitu, dan itu juga siang2… Rasanya?? Ehh..anget2 aneh gitu ya. Yaaa kayak makan coklat yg isinya rum aja. Jadi, sebenernya si minuman ini adalah minuman untuk wedding toast di nikahan temennya kakak gw, yang cuma gw cobain seiprit. Itupun minuman kakak gw sebenernya (soalnya pas lg wedding toast, gw harus duduk manis di luar ngejagain buku tamu+kotak angpao T_______T)
IMG-20120519-00238

My First….*random*
Ada juga beberapa kejadian “pertama kali” gw yang lain. Seperti contohnya, beli baju untuk cowok.. Errr.. ini amat sangat membingungkan sih ya.. Bener2 bukan “wilayah kerja” gw banget. Ini kejadian 2x sih. Untungnya, beli baju kedua itu gw ditemenin sama seorang teman yang cukup mengenal ukuran dan selera si orang yang mau dibeliin baju ini. Yang pertama? Sumpah clueless… Dan waktu itu gw baru sadar kalo selama ini gw gak pernah nemenin nyokap kalo lagi beliin baju buat bokap. Biasanya gw tinggalin nyokap muter2 sendirian, sementara gw liat2 make up atau sepatu. hehehe… Bahkan, tadinyaaaa gw mau beliin barangnya yang useless banget. Untungnya gw disadarkan dan “dikembalikan” ke jalan yang benar oleh seorang teman.. hahahaha.. Ya paling gak, kejadian ini membuat gw sadar, harus lebih banyak belajar ya...hahahaha...
Trus, ini juga pertama kali gw make “Easy Worship” untuk bikin multimedia lagu2. FYI, Easy Worship ini adalah software yang dipake buat bikin slide multimedia lagu2 di gereja gitu deh..(bener gak tuh ya penjelasannya? tau deh..) Parahnya, ini multimedia untuk “Royal Wedding”. Mateeekkk banget gak tuh gw? Ini bener2 first trial… dan buat nikahan orang?? Aiihhh….tambah deg-deg-an lah gw. Tahap pertama sih masih enak ya, masuk2in lagu, kata2 pendeta, dll dsb. Mulai mau masukin background, gw mulai bertanya2 “Jadi, dalam satu lagu cuma bisa satu background? Gak bisa beda2 gitu?” Dan gw mulai panik..!!! Kenapa panik? Karena, menurut gw yang ‘agak’ perfeksionis ini, backgorund itu harus sesuai sama kata2nya..biar nyambung. Lah? kalo ga bisa ganti2, trus jadi gak nyambung, aneh doonnggg??? Selain itu, gw harus memilah dan memilih dan menentukan background yang sesuai sama kata2nya dong ya. Ternyata eh ternyata, background itu tersebar dalam 11 DVD… (yak…SEBELAS!!!).. yang berisi ratusan backgroud dengan berbagai tema tiap DVD nya. MAMAM!!! Makin panik lah gw… Dan berkat ke-‘agak’-perfeksionis-an gw juga, akhirnya gw liatin deh tuh backgorund satu2… Hasilnya? Sefolder background calon plus kepala agak pusing karena kebanyakan ngeliat layar komputer. hahahahaha… Trus, dengan bantuan sana-sini, BBM orang sana-sini, akhirnya selesai juga multimedianya..*di detik2 terakhir, tentu saja*  Yaaaa..lumayan lah..gak jelek2 amat.  Gw sih cuma berdoa, semoga pengantin sama jemaatnya agak ‘terhibur’ dengan pilihan background gw yang agak random. hahahaha…  

Monday, April 23, 2012

Disease - Matchbox 20

Gw punya kebiasaan baru sekarang..ngulang-ngulang lagu yang sama. Entah itu di Windows Media Player, di HP, atau iPod. Hmm..biasanya sih lagunya spesifik ya.. hahaha.. dan bisa gw ulang2 sampe jutaan kali.

Umm buat hari ini, lagu yang diulang-ulang adalah "Disease"nya Matchbox 20..


"Disease"

Feels like you made a mistake
You made somebody's heart break
But now I have to let you go
I have to let you go

You left a stain
On every one of my good days
But I am stronger than you know
I have to let you go

No one's ever turned you over
No one's tried
To ever let you down,
Beautiful girl
Bless your heart

I got a disease
Deep inside me
Makes me feel uneasy baby
I can't live without you
Tell me what I am supposed to do about it
Keep your distance from it
Don't pay no attention to me
I got a disease

Feels like you're making a mess
You're hell on wheels in a black dress
You drove me to the fire
And left me there to burn

Every little thing you do is tragic
All my life, oh was magic
Beautiful girl
I can't breathe

I got a disease
Deep inside me
Makes me feel uneasy baby
I can't live without you
Tell me what I am supposed to do about it
Keep your distance from it
Don't pay no attention to me
I got a disease
I think that I'm sick
But leave me be while my world is coming down on me
You taste like honey, honey
Tell me can I be your honey
Be, be strong
Keep telling myself it that won't take long till
I'm free of my disease

Yeah well free of my disease
Free of my disease

I got a disease
Deep inside me
Makes me feel uneasy baby
I can't live without you
Tell me what I am supposed to do about it
Keep your distance from it
Don't pay no attention to me
I got a disease

I think that I'm sick
But leave me be while my world is coming down on me
You taste like honey, honey
Tell me can I be your honey
Be, be strong
Keep telling myself it that won't take long till
I'm free of my disease
Yeah well free of my disease
Free of my disease


Kayaknya lagu ini lumayan "menggambarkan" gw saat ini ya...hahahaha...

Sunday, February 19, 2012

Thank God I found you guys..(part 2)

Ahahaha..ternyata butuh waktu sebulan untuk nyambungin post gw sebelumnya.. hohoho.. Kenapa ya? kayaknya gw emang lagi males nulis2 aja sih ya.. But, hari ini gw lagi bener2 pengen nulis.. (padahal harusnya bikin lapsus konser atau tidur cepet karena besok harus bangun pagi2..hohoho)

Ehh..hmm… post kemarin akhirnya dimana sih? lupa..hahaha.. Oiya, temen2 gw di tahun 2012 ini ya?? hehehe..

Seperti yg sudah disebutkan sebelumnya, gw merasa bertambah banyak teman di tahun 2011 kemarin.. dan gw harap sih, mudah2an akan terus bertambah di tahun 2012 ini. Gw merasa dikelilingi banyak teman itu menyenangkan. At least, kenal dengan banyak orang itu ternyata menyenangkan. Yahhh.. mungkin emang sih si kenalan2 baru itu belom deket2 banget sekarang, cuma sebatas temen yang say hello, ngobrol2 atau becanda2 aja.. Tapi, hmmm…ada juga sih beberapa teman2 di kampus dan di gereja, yang gw udah mulai bisa cerita2 masalah2 yg lain. Seneng juga lho bisa denger pendapat dari orang lain. Jadi bisa ada berbagai sudut pandang dan tambahan pendapat untuk satu masalah.. Yang penting sih, gw merasa bisa berbagi cerita aja. Eh, padahal ya, kalo diinget-inget, gw itu dulu orangnya introvert banget lho. Jaraaaangggg bgt deh  kejadian gw bisa cerita2 tentang masalah gw atau masalah keluarga gw ke orang lain. Sekarang?? Kayaknya jadi “agak” ekstrovert ya..hahaha… Gak tau deh ini jadinya bagus atau gak. Tapi yang jelas, sekarang gw sangat menikmati waktu2 ngobrol sama temen2 gw. Entah itu ngobrol2 (dengan tema2 beragam, dari yang “normal” sampe yang “absurd”) sama temen2 integ di waktu selesai klinik (yang biasanya berakhir dengan diusir cleaning service karena ruang mahasiswanya udah mau dibersihin dan udah terlalu SORE..*yaiyalah, udah jam 5 gitu..* hahaha), ngobrol2 ngalor ngidul (baca: gosip) sama temen2 gereja, atau bahkan ngobrol2 tentang masalah pribadi (baca: curhat) sama beberapa orang tertentu. Yaaaahh..berhubung saya ini PelaCur (Pelan-Pelan Curhat), jadi gampang ajalah ngorek2 info dari gw.. *lho?* hahaha…

Tapi tahun ini gw juga belajar sesuatu tentang teman. Pelajaran ini bikin gw jadi berpikir berulang kali dan makin selektif untuk berteman. Bukannya maksud gw untuk milih2 untuk berteman sama siapa lho.. Tapi paling gak, membuat gw belajar untuk memilah-milah. Dengan siapa gw menceritakan apa.. Dengan orang macam apa gw membangun pertemanan macam apa. Terutama untuk orang2 yang dari luar keliatannya sih teman lo.. Seperti yang pernah gw bilang sebelumnya:
WE AREN'T RESPONSIBLE FOR WHAT PEOPLE THINK ABOUT US, BUT WE'RE RESPONSIBLE FOR WHAT WE GIVE THEM TO THINK ABOUT US. -H.B. EYRING #IHATEQUOTES
Ini menurut gw aja sih ya, lebay dalam menjaga perasaan teman itu lebih baik daripada tidak menjaga sama sekali.. Gw sampe heran, ada orang yg gak bisa ngerti hal2 yang "common" kayak begitu..hoho..

Baelah..cukup sudah ngomel2nya.. Semoga (kalo ada) yang baca post ini, mendapat pelajaran penting ya tentang berteman.. hahaha..*super gaya* Kalo mau diambil hikmahnya, yaaahh…cukup tau aja ada orang macem gitu di dunia. Jadi udah dipersiapkan dan dilatih kalo ada orang macem gitu lagi..hehehe..

Tapi tetep lho..gw sangat bersyukur dengan temen2 yang ada di sekeliling gw. Kenalan-kenalan baru, temen2 ngobrol baru, temen2 curhat baru… Kenal dengan banyak orang baru, berarti bisa belajar banyak hal baru.. Eh tapi ada juga sih yang udah kenal lama, tapi baru2 ini aja jadi sering ngobrol,jadi sering jalan2 bareng, jadi sering curhat deh. hahahaha… Emang ya, tak kenal maka tak sayang. Mana gw tau temen yang udah 5 taun gw kenal (tapi jarang ngobrol) itu ternyata baik banget.. Setelah ngobrol2, sering2 jalan bareng, ternyata baik yaaaa… hahahaha… Seneng deh punya temen2 baru.. Beneran. Jadi bisa punya pengetahuan baru, pengalaman baru, kalo lo sedih ada yang dukung, kalo lo salah ada yang marahin, kalo lo bete ada yang ngehibur..Bener2 Thank God I Found You, Guys… ^___________^

Monday, January 23, 2012

Thank God I found you guys..(part 1)

Uwaaaahh…setelah 2 minggu blog ini gak ter-update, akhirnya gw kembali untuk menulis-nulis lagi. Bukan cuma gara-gara ga sempet, banyak kerjaan, gak mood, atau ngantuk sih, tapi emang gw rasa blom ada topik atau kejadian menarik yg harus ditulis aja…hahaha…

Sebenernya topik ini berkaitan dengan perenungan gw di akhir tahun 2011 kemarin. Di tengah2 dar-der-dor kembang api (yg sempet bikin gw ga bisa tidur) di sekitar rumah, gw mencoba untuk merenungkan, apa sih yang berubah di hidup gw di tahun ini? Khususnya, apa sih yang bertambah dalam hidup gw? Pastinya banyak sih ya, gak cuma satu atau dua nomer kalo mau dibikin list-nya. Tapi…ada satu hal yg gw sadari dan gw syukuri banget bertambah selama tahun 2011 ini. Gw bertambah banyak TEMAN…

Mungkin kalo dibaca, orang2 akan berpikir: “Apa anehnya sih?” “Bukannya itu udah biasa ya?”.. Yah, mungkin udah biasa untuk orang lain. Tapi, kalo menengok ke sejarah hubungan inter-personal gw di jaman dulu, terutama sampe jaman2 SMP-SMA, gw merasa bersyukur sekali dengan perjalanan hidup yang Tuhan sudah ijinkan untuk gw jalani yang menjadikan gw Marisa Thimang yang sekarang, yang di tahun 2011 ini mendapat banyak sekali teman baru…

Kecuali keluarga dan teman2 terdekat gw, mungkin ga ada yang sadar kalo dulu hubungan inter-personal gw itu jelek banget. Gw ga pernah (dengan inisiatif sendiri) memulai interaksi dengan orang baru; gak pernah bisa memulai pembicaraan dengan orang yang baru dikenal; bahkan dengan orang yang sudah kenal tapi memang jarang ketemu, gw gak bisa tuh ngobrol, apalagi sampe ketawa-ketiwi. Kenapa? Gak tau juga. Gw pikir gw malu untuk memulai interaksi. Gak pede kali ya…. Gw merasa tidak masalah kalo tidak ada yang ngobrol sama gw, merasa nyaman dengan pikiran gw sendiri. Kecuali ada orang yang nanya sama gw, gak ada tuh ceritanya  gw yang mulai bertanya kepada mereka. Jadi kalo datang ke lingkungan baru, gw cuma senyum, jawab kalo ditanya, dan selebihnya…diem. Mungkin itu juga yang menyebabkan image “sombong” atau “jaim” gw *padahal sih…jaim dari mana?? hahaha*  Selama ini, gw cuma menunggu adanya effort dari orang lain untuk ngajak ngomong gw, dan sekali gw ngerasa “diterima” di lingkungan itu (dengan effort yang minim juga dari gw pribadi), baru deh gw merasa nyaman dan baru bisa ngobrol. Hal ini nih (gw pikir) yang menyebabkan “mental”-nya gw dari Komisi Remaja gereja gw waktu jaman SMP dulu. Perasaan tidak nyaman karena harus masuk ke lingkungan baru yang sudah ber”kelompok”, ditambah effort yang kurang untuk meleburkan diri, hasilnya: gw memilih untuk menjauhkan diri dari komunitas remaja dan memilih untuk ikut ke Kebaktian Umum bersama nyokap. Gak jelek sih memang, tapi yang bikin jelek adalah: gw juga menjauhkan diri dari pelayanan. Itu yang salah… Jaman2 “kegelapan” ini berlangsung sampe gw SMP menuju SMA mungkin. Agak terobati sedikit ketika gw SMA, karena waktu itu gw ikut2 subsie atau pembinaan2 yang mengharuskan gw public speaking dan kenal2an sama temen2 seangkatan, kakak2 kelas, bahkan alumni. Makin terobati waktu gw mulai kerja di BTA. Meskipun awal2 (terutama waktu wawancara pertama jadi Binglas SMA 8 *astaga… gak bisa lupa deh tegangnya gw waktu itu T______T ) gw sama sekali gak bisa ngomong dengan baik kalo di bawah tekanan. Tapi, karena dilatih tiap minggu untuk ngomong di depan kelas, akhirnya gw jadi terbiasa, gak terlalu gugup lagi. Ditambah lagi mulai ngajar di tahun ke-2, lama2 jadi makin terbiasa ngomong sambil diliatin orang (malah kadang2 jadi ada “obsesi bicara” hahahaha…) Karena lingkungannya juga mendukung kali ya; dengan orang2 di BTA yang santai, becandaan, tapi serius jg, gw jadi merasa nyaman dan terbawa dengan “kebiasaan” mereka. Dari gw yang serius banget, sampe gw jadi orang yg bisa becanda (meskipun kadang2 garing), itu improvement besar lho…hahahaha…

Nah, jadi, apa yang bertambah di tahun 2011?? Seperti yang tadi gw bilang di awal, gw bertambah banyak teman… Teman dimana aja? Detilnya akan disambung di part 2 aja kali ya…hehehehe… Sekarang gw udah ngantuk, tapi masih harus beres2 trus siap2 buat kuliah besok…

Aaaahhh…..semoga besok, hari kedua di tahun naga air ini, jadi hari yang lebih cerah dari hari ini yaaaa….

Anyooonnggg!!!

friend%2Bpic_large

Monday, January 9, 2012

#ihatequotes

Tau dong #ihatequotes?? Yah, buat yang belom tau, itu adalah sebuah account di twitter yang isinya adalah quote2.. Gw gak tau gimana mekanismenya, tapi dalam sehari gw bisa baca ratusan quote dari account ini.  Kadang2 gw sampe mikir lho, mungkin ga sih kalo ada yang nulis quote2 itu secara manual? apa ada orang yang khusus digaji buat ngetwit?? *enak amat ya kerjaannya* hahaha..

Di tengah kegalauan gw selama beberapa minggu (atau bulan) kemarin, tetiba gw membaca sebuah twit dari #ihatequotes ini di timeline gw. Seperti kebiasaan gw yang sudah2, twit itu akan gw munchscreen (kayak di print screen gitu -red), dan gw simpen untuk diliat2 di kemudian hari. Nah, seperti kebiasaan gw yang sudah2 juga, gw bahkan lupa kalo pernah nge-munch quote ini, sampe2 gw baru baca kira2 sebulan kemudian..

Quotenya begini :
Falling in love with a friend is such a romantic way of having the best partner in life. But sometimes, friends are only meant to be friends

Buat gw? ini kena banget lho.. Dan ini cukup membantu gw untuk cool dan bahkan apatis..*minjem bahasanya Alys* hahaha...

Tapi bahkan quote yang berhasil bikin gw apatis ini gak cukup untuk menyelesaikan "sumber ke-bete-an" gw yang satu lagi (FYI, ini adalah sumber kebetean utama kedua gw setelah mikirin klinik).. Dan gw pernah juga baca quote ini, kali ini dari #girlsproverbs
GIRLS: "Sorry" is not just a word. It supposed to be a real action accompanied by a determination to not repeat the same mistake twice.

Pas gw baca quote ini, yang ada di pikiran gw adalah "Tuh kan..gak salah dong gw?" hahaha...
Cari pembenaran banget memang, tapi tetep aja...

Oiya, ada nih satu qoute yang gw suka:

We aren't responsible for what people think about us, but we're responsible for what we give them to think about us. -H.B. Eyring #ihatequotes


Sebenernya sih ya menurut gw, ga ada quote yang bener2 bagus. Yang ada cuma quote yang sesuai dengan suasana atau perasaan kita waktu itu. Yaaa..kalo lagi galau, ya quote galau atau quote yang ngasih semangat lah yang kita bilang bagus. Kalo lagi seneng, ya quote2 bergembira lah yang pas buat kita. hehehe..

Secara gw follow #ihatequotes dan account2 semacam itu, gw jadi kebanjiran quote tiap hari..hahaha.. Yah, nanti kapan2 kalo ada quote yang mengena di hati, akan gw share lagi ya...hohoho...

Sunday, January 1, 2012

New year..new start..new blog..

Hohoho..akhirnya cita2 bikin blog kesampean juga. Setelah sekian lama mengiri-iri sama temen2 yang punya blog dan sempet nulis2 di blognya, akhirnya gw memutuskan untuk bikin blog baru juga. Padahal ya, dulu, gw pernah juga punya blog lho, tapi lupa apa namanya. Inget kalo punya blog juga gara2 diingetin sama teman saya yang cantik, Alysia Henrieta, yang sudah berbaik hati mengingatkan (kalo gw pernah punya blog) dan ngirimin link nya. Setelah dibuka...ya ampuunnn...sampe malu sendiri bacanya. Ababiillll bangeeetttt... hahahaha... Terakhir nulis taun 2009 pula. Yaudah lah, karena udah taun baru, jadi gw bikin blog yang baru juga deh *apa hubungannya??*
hahahaha...